Tagihan Listrik Tiba-tiba Naik, Ombudsman: PLN Maladministrasi
TEMPO.CO | 07/05/2020 14:40
Pemeriksaan dan pencatatan meteran listrik. TEMPO/Tony Hartawan
Pemeriksaan dan pencatatan meteran listrik. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Laode Ida, menduga PLN telah melakukan maladministrasi berupa ketidakprofesionalan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Laode menyebut, tidak sedikit masyarakat yang protes keras ketidakprofesionalan PLN. Salah satunya terkait dengan inkonsistensi dalam memberikan pernyataan atau penjelasan atas komplain para pelanggan.

"Semula menyatakan bahwa kenaikan tagihan listrik disebabkan oleh meningkatnya daya listrik pada saat WFH, sekolah dari rumah, dan sejenisnya. Namun, pada hari-hari terakhir malah mengakui ada tambahan pembayaran sebagai carry over dari pemakaian pada bulan-bulan sebelumnya," ujar Laode melalui keterangan tertulis pada Kamis, 7 Mei 2020.

Hal tersebut, kata Laode, menandakan jika PLN tidak menjalankan tugasnya dengan baik, yakni dengan tidak melakukan pencatatan dengan cermat dan benar tentang jumlah pemakaian yg tepat setiap bulannya. Padahal angka penggunaan daya adalah sesuatu yg pasti, tak bisa dikarang-karang. "Sungguh sangat memprihatinkan," ucap Laode.

Selain itu, ia menilai pengenaan tagihan pada bulan Mei 2020 ini adalah produk kerja spekulatif. Sebab, kenaikan tagihan pada Mei 2020 tanpa didasari fakta ril penggunaan di lapangan.

Laode mengatakan, perlu adanya investigasi untuk mengetahui apa yang terjadi di internal PLN. "Apa ada unsur kesengajaan dengan memanfaatkan momentum covid untuk secara paksa menyedot uang rakyat? Jangan sampai ada potensi yang merugikan rakyat,' kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT