Sopir Ojol Dilaporkan Hilang, Polisi: Ada Masalah Keluarga
TEMPO.CO | 04/05/2020 01:17
Pengemudi Ojek Online saat membawa penumpang melintas di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa, 7 April 2020. Dalam aturan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah disetujui oleh Menteri kesehatan di DKI Jakarta, layanan Ojek Online (Ojol)
Pengemudi Ojek Online saat membawa penumpang melintas di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa, 7 April 2020. Dalam aturan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah disetujui oleh Menteri kesehatan di DKI Jakarta, layanan Ojek Online (Ojol) dilarang mengangkut penumpang dan hanya diperbolehkan mengantar barang dan makanan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pesan tentang informasi pengemudi ojek online atau ojol inisial SM hilang beredar di grup-grup WhatsApp. Pria berumur 37 tahun asal Duren Sawit, Jakarta Timur itu dikabarkan hilang sejak 26 April 2020.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo mengaku telah menerima informasi tentang kabar orang hilang itu. Namun setelah diselidiki, ujar Hery, menghilangnya SM tidak terkait dengan tindak pidana melainkan karena masalah internal rumah tangga.

"Dia sudah talak istrinya dan tidak mau pulang," ujar Hery saat dikonfirmasi, Minggu, 3 Mei 2020.

Dalam pesan berantai itu, tercantum nomor telepon istri dari SM dan rekan SM sesama pengemudi ojek online bernama Rudi. Saat dikonfirmasi, Rudi mengaku bahwa dirinya memang mempublikasi informasi tentang hilangnya SM. "Waktu itu istrinya datang ke saya minta bantu, jadi saya bantu menginformasikan," kata Rudi.

Menurut Rudi, sebab kaburnya SM dari rumah karena masalah keluarga juga baru diketahuinya belakangan. Sebelumnya, kata dia, sang istri tidak memberikan informasi terkait masalah internal rumah tangga.

"Melalui pihak Kepolisian, keberadaan suaminya saat ini juga sudah diketahui, ada di Bogor," kata Rudi.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT