Sindikasi Menuntut Gaji Pejabat Dipotong untuk Rakyat
TEMPO.CO | 01/05/2020 17:50
Warga mengambil bahan makanan pokok yang disediakan gratis di pagar rumah milik Dwi Fitria Ambarina di kawasan Pasirkaliki, Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 1 Mei 2020. Sebanyak 6-14 paket bahan pangan digantung di pagar rumah untuk membantu siapa saja warga ya
Warga mengambil bahan makanan pokok yang disediakan gratis di pagar rumah milik Dwi Fitria Ambarina di kawasan Pasirkaliki, Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 1 Mei 2020. Sebanyak 6-14 paket bahan pangan digantung di pagar rumah untuk membantu siapa saja warga yang terdampak selama pandemi covid-19. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) Elena Ekarahendy mengatakan krisis Covid-19  mempertontonkan rapuhnya sistem ekonomi politik yang mengonsentrasikan kekayaan pada segelintir orang. Krisis ini juga memperlihatkan wajah sebenarnya negara yang hadir bukan untuk rakyat.

Karena itu Sindikasi mendesak pemerintah dan DPR membatalkan pembahasan RUU Cipta Kerja dan fokus pada penanganan Covid-19. "Kami menuntut pemangkasan gaji pejabat negara dan redistribusi balik upah mereka ke rakyat yang paling membutuhkan," katanya dalam konferensi pers secara virtual di akun YouTube Buruh Pekerja, Jumat, 1 Mei 2020.

Selain itu, Elena meminta pemerintah mengoptimalkan bantuan sosial agar tepat sasaran. Ia mengecam tindakan pejabat yang menjadikan penyaluran bansos sebagai ajang pencitraan. "Tidak perlu gimik," tuturnya.

Menurut Elena, di tengah pandemi Corona ini pemerintah harus memastikan hak-hak pekerja terpenuhi. Khususnya pekerja di sektor mendasar, seperti tenaga kesehatan, logistik, petani, nelayan, dan pedagang.

Untuk para pekerja swasta, Elena mendesak pemerintah menjamin hak-hak para buruh dipenuhi oleh pengusaha. Harapannya para buruh tidak sampai terancam pemotongan gaji, dirumahkan tanpa upah, hingga PHK."Maksimalkan pengawasan dan sanksi bagi pengusaha supaya berpihak pada pekerja dan perlindungan pekerja," ucap dia.

AHMAD FAIZ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT