Viral Foto Petugas Kebersihan Tetap Kerja di Tengah Virus Corona
TEMPO.CO | 28/04/2020 19:35
Syazwan Majid mengunggah fotonya yang hendak bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) di Singapura. Ayah Syazwan Majid tetap bekerja kendati Singapura sedang pandemik virus corona. Sumber : Facebook/Syazwan Majid/asiaone.com
Syazwan Majid mengunggah fotonya yang hendak bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) di Singapura. Ayah Syazwan Majid tetap bekerja kendati Singapura sedang pandemik virus corona. Sumber : Facebook/Syazwan Majid/asiaone.com

TEMPO.CO, Jakarta - Syazwan Majid, warga Singapura, pada Senin, 27 April 2020 mengunggah foto ayahnya ke Facebook yang hendak bekerja. Dia tak menyangka, foto itu akan viral karena dinilai sangat menyentuh.

Dikutip dari asiaone.com, ayah Syazwan bekerja sebagai petugas kebersihan, salah satu sektor penting yang saat ini tak punya pilihan selain tetap bekerja di tengah pandemik virus corona. Yang membuat Syazwan waswas, ayahnya sudah masuk usia lansia, yang masuk kategori kelompok rentan tertular virus corona.

 

Dalam unggahannya, Syazwan menulis ayahnya adalah pekerja disektor yang penting, yakni kebersihan. Namun dia dan teman-temannya terus bekerja, bahkan terpaksa menempatkan diri mereka dalam risiko terpapar virus corona yang tak bisa dilihat oleh mata telanjang.   

“Meskipun ayah saya bukan dokter atau perawat, dia adalah seorang pekerja keras yang menjaga jalanan kota dan tam-taman tetap bersih. Dia sudah bekerja seperti ini selama 4 dekade,” kata Syazwan, yang mengaku bangga dan beruntung menjadi putra seorang petugas kebersihan (cleaning service) bagaimana pun masyarakat memandangnya.

Unggahan Syazwan itu membuat basah hati para pengguna media sosial. Dalam unggahannya, Syazwan pun mendesak masyarakat agar tidak keluar rumah dan menghadapi virus corona ini dengan serius.

“Jaga anggota keluarga yang sudah berusia lanjut agar tidak membuat kewalahan para pekerja yang ada di garda terdepan. Ini adalah masa-masa yang sulit, jadi jangan menjadi orang yang sulit diatur,” kata Syazwan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT