Soal Kasus Ravio Patra, Mahfud MD Ingatkan Polisi Tahan Diri
TEMPO.CO | 25/04/2020 12:35
Menko Polhukam Mahfud MD (kedua kanan) menghadiri Seminar Bela Negara di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 23 Februari 2020. TEMPO/Prima Mulia
Menko Polhukam Mahfud MD (kedua kanan) menghadiri Seminar Bela Negara di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 23 Februari 2020. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengigatkan aparat Kepolisian RI atas penangkapan terhadap peneliti kebijakan publik, Ravio Patra Rabu, 22 Maret lalu yang diciduk dengan tuduhan menyiarkan berita onar dan ujaran kebencian. Mahfud meminta kasus ini menjadi pelajaran bagi aparat kepolisian agar lebih menahan diri untuk tidak menangkap seseorang sampai ada bukti yang kuat. 

"Kalau tidak ada (bukti), ya anggap saja sebagai kritikan. Tapi kalau membahayakan, ya, pancing dulu siapa yang buat," ujar dia lewat keterangannya, Sabtu, 25 April 2020.

Menurut Mahfud, pemerintah sadar bahwa demokrasi meniscayakan adanya kritik. "Kritik itu tidak dibunuh, tapi dalam gelombang kritik itu tidak dapat dipungkiri ada yang orang mau merusak dan tidak membuat penilaian objektif," ujar mantan hakim Mahkamah Konstitusi ini.

Mahfud juga meminta masyarakat sipil berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memprovokasi masyarakat. "Harus jujur lah, sekarang di tengah masyarakat itu banyak berita-berita yang provokatif mengajak masyarakat ribut. Harus hati-hati, baik masyarakat maupun aparat. Mari sama-sama jaga negara ini."

Ravio ditahan selama 33 jam sejak dicokok pada Rabu, 22 Maret lalu. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menyebut Ravio Patra telah menyiarkan berita onar dan ujaran kebencian.

Ravio, lewat akun Twitter-nya, mengkritik banyak hal. Mulai dari kejanggalan penunjukan mitra program prakerja, konflik kepentingan Stafsus Presiden Jokowi, industri buzzer, hingga pasal karet UU ITE.

Ravio Patra akhirnya dilepaskan oleh penyidik Polda Metro Jaya dengan status sebagai saksi pada Jumat pagi, 24 April 2020 pukul 08.30. Kepolisian belum memberikan keterangan lebih rinci terkait kelanjutan kasus itu.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT