Demi Kesehatan, Duta Besar Australia di Jakarta Pulang Kampung
TEMPO.CO | 10/04/2020 21:14
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan AO, sedang memberikan keterangan pers dalam sebuah acara buka puasa bersama, Mei 2018. Sumber: TEMPO/Candrika Putri
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan AO, sedang memberikan keterangan pers dalam sebuah acara buka puasa bersama, Mei 2018. Sumber: TEMPO/Candrika Putri

TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan AO untuk sementara waktu kembali ke Australia. Keputusan ini diambil berdasarkan imbauan kesehatan yang disarankan pada Duta Besar Quinlan.

Situs dfat.gov.au menjelaskan meskipun Duta Besar Quinlan tidak berada di Jakarta, dia akan tetap mengawasi operasional Kedutaan dari Australia. Kedutaan dan konsulat Australia di Indonesia akan terus melayani kepentingan Australia meski Quinlan tidak berada di Indonesia sementara waktu, termasuk memberikan dukungan kekonsuleran kepada seluruh masyarakat.

“Ini hanya sebuah langkah pencegahan terkait kerentanan terhadap COVID-19,” tulis Kedutaan Australia di Jakarta.

Kepulangan Duta Besar Quinlan juga dibenarkan oleh Kementerian Luar Negeri RI. Kepada Tempo, Jumat, 10 April 2020, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan rencana relokasi sementara Dubes Quinlan ke Canberra sudah disampaikan terlebih dahulu oleh Pemerintah Australia melalui saluran diplomatik.

“Dubes Australia, menurut Canberra, termasuk dalam kelompok orang dengan resiko tinggi. Kebijakan serupa berlaku untuk seluruh diplomat Australia dimanapun,” kata Faizasyah.      

Di Indonesia tercatat ada 3.512 kasus virus corona. Dari jumlah itu, 306 pasien meninggal dan 282 orang berhasil sembuh.

Situs smh.com.au mewartakan angka kematian akibat virus corona di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, namun angka pasien yang terinfeksi COVID-19 relatif rendah karena jumlah orang yang di tes virus corona sesuai standar sistem kesehatan masih sedikit.

Kantor Kedutaan Australia di Jakarta dan kantor konsulat di Bali, Surabaya dan Makasar akan mempertahankan jumlah staf. Hanya saja sebagian staf yang berstatus warga negara Australia sudah meninggalkan Indonesia. Ratusan staf lokal juga sekarang bekerja dari rumah.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT