Jumlah Pasien Corona Naik, Papua Tetapkan Status Tanggap Darurat
TEMPO.CO | 09/04/2020 10:42
Petugas keamanan memakai masker saat berjaga di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Direktur RSUD Sele Be Solu Mavkren Kambuaya mengatakan pihaknya telah melakuka
Petugas keamanan memakai masker saat berjaga di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Direktur RSUD Sele Be Solu Mavkren Kambuaya mengatakan pihaknya telah melakukan isolasi intensif dan pengambilan sampel terhadap seorang wisatawan asing yang diduga terinfeksi Virus Corona (nCoV) dengan gejala demam tinggi disertai batuk. ANTARA/Olha Mulalinda

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Papua meningkatkan status wilayahnya menjadi tanggap darurat setelah daerah itu makin banyak warganya yang terinfeksi Corona.

"Memang benar ada peningkatan status setelah rapat Forkopimda Papua, yang dilaksanakan Rabu (8 April) memutuskan meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat," kata Wakil Gubernur Papua Kleme Tingal di Jayapura, Kamis, 9 April 2020.
 
Dalam rapat yang dipimpin Gubernur Papua Lukas Enembe pada Kamis, 24 Maret lalu, ditetapkan status Papua siaga darurat. Peningkatan status diputuskan setelah Pemprov menggelar rapat bersama unsur TNI dan Polri.
 
Kleme mengatakan, dengan adanya peningkatan jumlah pasien positif COVID-19 yang saat ini tercatat 45 orang, maka disepakati status tanggap darurat ditetapkan dari 9 April hingga 6 Mei 2020.

Selain itu, pemerintah daerah setempat mengoptimalkan pencegahan dengan social distancing dan physical distancing yang diperluas dengan memperpanjang kebijakan belajar dan bekerja di rumah dari 14 April sampai dengan 23 April, kecuali untuk personel bidang kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan,
logistik dan kebutuhan keseharian masyarakat.

"Memperpanjang pembatasan keluar masuk orang dari dan ke Papua mulai melalui penerbangan atau pelayaran komersial atau carteran, termasuk dari dan ke Animha, Meepago, Lapago, Saereri dan Mamta, kecuali logistik, bahan pokok, bahan bakar, logistik kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, evakuasi pasien, sektor perbankan, pergantian kru pesawat dan emergensi keamanan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Kleme.
 
Kleme juga mengatakan bahwa pihaknya membatasi waktu buka kegiatan perekonomian, baik di pasar maupun toserba atau mall
dari pukul 06.00 hingga 14.00 WIT. Pemerintah juga menutup semua jenis tempat wisata dan hiburan, kecuali fasilitas umum secara selektif.
 
"Diharapkan semua warga mematuhi semua aturan tersebut untuk keselamatan bersama," kata Kleme.

Data dari tim Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Papua terungkap 45 orang positif terpapar Corona. Lima orang di antaranya meninggal.

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT