VCO dari Desa Gambut, Patut Dilirik Untuk Tangkal Virus Corona
TEMPO.CO | 06/04/2020 19:46
Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni diyakini punya manfaat untuk tangkal virus corona.
Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni diyakini punya manfaat untuk tangkal virus corona.

INFO NASIONAL-- Di saat pandemi wabah virus Corona atau COVID-19 sekarang ini, daya tahan tubuh yang kuat jadi jurus ampuh untuk menangkalnya. Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni diyakini punya manfaat untuk itu. Belakangan banyak beredar informasi seputar manfaat VCO untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Filipina tampaknya serius mengembangkan penggunaan VCO untuk menghadapi COVID-19 ini. Dikutip dari laman www.nutraingrideints.com, Dr. Jaime Montoya, Direktur Eksekutif Badan Litbang Kesehatan dari Departmen Sains dan Teknologi Filipina mengumumkan pada 7 Februari lalu bahwa pihaknya akan mengujikan keampuhan VCO kepada pasien-pasien COVID-19. Minyak kelapa murni ini memang sudah lama dikenal punya kandungan aktif penangkal virus.

Jauh di Kalimantan Tengah, tepatnya di Kelurahan Bahaur Basantan, Kecamatan Kahayan Kuala di Kabupaten Pulang Pisau, masyarakat di sana telah membangun rumah produksi VCO dan produk turunan kelapa lainnya. Rumah produksi yang dinamai Rumah Kelapa ini merupakan kerja sama BUMDes Permai Desa Bahaur Hulu Permai, LPM Kelurahan Bahaur Basantan, Gapoktan Sepakat Mufakat Desa Sei Pasanan dan Gapoktan Dandang Bersatu Desa Dandang.

Pembangunan Rumah Kelapa difasilitasi oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) dan lembaga Kemitraan/Partnership. Peluncuran produk perdana dilakukan Bupati Pulang Pisau, Eddy Pratowo, dan Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A. Safitri, pada 12 Februari lalu. Keempat desa dan kelurahan ini masuk ke dalam Program Desa Peduli Gambut.

Zainal Arifin (58), pengelola Rumah Kelapa mengatakan bahwa masyarakat bersepakat membangun rumah produksi kelapa ini untuk mengembalikan kejayaan kelapa di Kahayan Kuala. Tanaman kelapa pernah menjadi primadona di Kahayan Kuala terutama di Bahaur Basantan. Nama Basantan diambil dari kata “santan”.

Dulu kelurahan ini mampu menghasilkan hingga 3 juta butir kelapa setiap bulan. Seiring masuknya sawit, masyarakat banyak yang meninggalkan kelapa. Banyak pohon kelapa yang tidak terpelihara dengan baik sehingga lambat laun produktifitasnya menurun.

Produksi VCO di Desa-desa Peduli Gambut Kalimantan Tengah juga ada di Bapinang Hulu di Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain itu, Kalimantan Barat dan Riau juga memproduksi minyak sehat ini. Sebut saja di Desa Pemangkat, Kabupaten Kayong Utara. BUMDes Maju Jaya mempunyai unit usaha produksi VCO. Sementara itu, di Desa Bagan Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Pemerintah Desa dan Kabupaten mulai merintis juga produksi VCO.

Produksi VCO di Desa-desa Peduli Gambut Kalimantan Tengah juga ada di Bapinang Hulu di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Tanaman kelapa sangat melimpah di lahan gambut. Karenanya home industry produk turunan kelapa sangat mungkin dikembangkan. “Apa yang dilakukan beberapa BUMDes atau BUMDes Bersama di desa-desa gambut yang kami dampingi menunjukkan tingginya animo masyarakat dan Pemerintah Desa untuk membangun industri rumah tangga dari produk turunan kelapa ini, termasuk VCO,” ujar Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna Safitri.

Hanya saja masih ada kendala yang harus dibantu mengatasinya seperti peremajaan tanaman kelapa, penyediaan teknologi pengolahan yang hemat listrik dan akses pasar yang baik dan adil (fair trade). “Melalui kebijakan Pemerintah untuk Padat Karya Tunai Desa, kita berharap bisa mendukung desa-desa gambut penghasil kelapa memperbanyak produksi VCO ini,” tutur Myrna. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT