Erick Thohir Petakan Langkah Strategis BUMN di Tengah Corona
TEMPO.CO | 06/04/2020 05:31
Menteri BUMN Erick Thohir mendengarkan paparan dari Direktur Utama IHC Dr. Fatheema Djan Rachmat (kiri) saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit (RS) Pertamina Jaya di Jakarta, Rabu 11 Maret 2020. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat kesi
Menteri BUMN Erick Thohir mendengarkan paparan dari Direktur Utama IHC Dr. Fatheema Djan Rachmat (kiri) saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit (RS) Pertamina Jaya di Jakarta, Rabu 11 Maret 2020. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan RS Pertamina Jaya sebagai RS Khusus Penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir berkomitmen menjaga daya tahan BUMN dalam menghadapi dampak ekonomi virus corona Covid-19. Erick tak menampik pandemi Covid-19 akan berimbas pada kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.

"Kita memastikan harus juga bagaimana pekerja diutamakan, digabungkan usaha lain, diprioritaskan efisiensi dan memperkuat cashflow," ujar Menteri BUMN tersebut dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu, 5 April 2020.

Erick menyampaikan sudah mulai melakukan finalisasi pemetaan portofolio bisnis seluruh BUMN dan anak-cucu usaha BUMN.

Sebagai langkah awal, dia telah merampingkan 51 anak-cucu usaha dari Pertamina, Telkom, dan Garuda Indonesia. Erick akan meneruskan perampingan dengan tetap memerhatikan para karyawan yang bekerja di dalamnya.

Kementerian BUMN telah memetakan BUMN berdasarkan portofolio bisnis. Pemetaan dilakukan berdasarkan parameter nilai ekonomi layanan publik.

Erick menyebut pemetaan akan menentukan langkah dan strategi bagi Kementerian BUMN untuk memutuskan mempertahankan, mentransformasikan, mengkonsolidasikan, atau divestasi atau pelepasan perusahaan.

Dia berharap pemetaan dan sejumlah langkah efisiensi yang dilakukan BUMN mampu mengantisipasi dampak perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Menteri BUMN itu menilai sejumlah negara, termasuk Indonesia tentu memiliki tantangan berat dalam sektor ekonomi lantaran pandemi Covid-19. Erick menyebut adanya potensi risiko berat dan sangat berat.

Erick menegaskan pemerintah tak tinggal diam dan terus berusaha menjaga perekonomian bangsa.

Dia menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengambil inisiatif dengan menerbitkan sejumlah aturan dalam menjaga perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19 dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan pihaknya akan berupaya keras untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta langkah-langkah ini mendapatkan apresiasi dari Managing Director IMF.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT