Solo akan Jadikan Eks Rumah Koruptor Lokasi Karantina Pemudik
TEMPO.CO | 05/04/2020 11:41
Ilustrasi pemudik di Stasiun Senen, Jakarta. REUTERS/Darren Whiteside
Ilustrasi pemudik di Stasiun Senen, Jakarta. REUTERS/Darren Whiteside

TEMPO.CO, Solo - Pemerintah Kota Surakarta tengah menyiapkan tiga tempat untuk lokasi karantina para pemudik yang datang ke kota tersebut. Dua diantaranya adalah rumah sitaan para koruptor.

"Pekan ini, tempat karantina sudah bisa digunakan," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo hari ini, Ahad, 5 April 2020.

Tiga tempat yang disediakan tersebut adalah Ndalem Joyokusuman, Ndalem Priyosuhartan, dan Gedung Grha Wisata Niaga.

Ketiganya dianggap cukup representatif untuk digunakan sebagai tempat karantina pemudik. Kata Rudyatmo, saat ini pemerintah daerah tengah melengkapi fasilitas untuk pemudik di tiga bangunan tadi.

Ndalem Joyokusuman adalah rumah rampasan negara dalam perkara korupsi di Bulog yang melibatkan Widjanarko Puspoyo, Kepala Bulog kala itu.

Adapun Ndalem Priyosuhartan rampasan negara dalam perkara korupsi proyek simulator SIM yang melibatkan Djoko Susilo.

Rudyatmo menjelaskan kedua rumah rampasan tersebut telah dihibahkan oleh pemerintah pusat kepada Pemkot Surakarta. Rencananya, setelah wabah Corona berakhir kedua rumah kuno tadi akan dijadikan sebagai rumah budaya.

"Kami ingin memberikan tempat yang manusiawi untuk karantina ini," ucapnya. 

Rudyatmo berharap para pemudik di Kota Solo bersedia melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama dua pekan. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan kesediaan karantina mandiri.

"Kalau mereka ngeyel, kami akan menjemput dan membawanya ke tempat karantina ini."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT