Virus Corona, Relawan Malaysia Buat Alat Medis 3D Printing
TEMPO.CO | 05/04/2020 06:01
Raja Malaysia Sultan Abdullah mengenakan masker memeriksa mobil-mobil dan pembatas jalan untuk mengawasi pergerakan warga akibat pandemik virus Corona. [ASIA ONE]
Raja Malaysia Sultan Abdullah mengenakan masker memeriksa mobil-mobil dan pembatas jalan untuk mengawasi pergerakan warga akibat pandemik virus Corona. [ASIA ONE]

TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Kelompok relawan Malaysia mengirim sejumlah alat pelindung diri bagi petugas medis yang menangani pasien terinfeksi virus Corona.

Mereka menyuplai alat pelindung wajah hasil cetakan tiga dimensi untuk petugas pengantar makanan.

Saat ini, Malaysia mencatat ada sekitar 3 ribu warga yang terinfeksi virus Corona. Ini membuat sekelompok warga relawan turun tangan membantu dengan membuat sendiri alat pelindung wajah menggunakan 3D printing dan mesin pemahat.

“Permintaan untuk alat-alat ini sangat tinggi,” kata William Koong, anggota relawan, kepada Reuters pada Sabtu, 4 April 2020.

Dia membuat alat pelindung diri atau APD ini bersama relawan lainnya di bengkel di daerah Subang Jaya, yang terletak sekitar 20 kilometer dari ibu kota Kuala Lumpur.

“Setiap rumah sakit membutuhkan sekitar 40 ribu alat pelindung diri ini,” kata Koong. “Ini tidak hanya masker wajah, tapi juga pakaian medis, topeng transparan, kacamata, penutup sepatu dan sarung tangan.”

Sedangkan kelompok relawan lainnya yaitu Just Serving menyiapkan makanan bagi petugas yang bekerja lembur di rumah sakit dan klinik.

“Kami mendapat informasi mereka kesulitan mendapatkan makanan. Sebagian hanya minum kopi saja,” kata Venothan Vimalanathan.

Hingga kini, sekitar 80 pekerja medis Malaysia terinfeksi virus Corona menurut data dari kementerian Kesehatan.

Pemerintah Malaysia telah melarang perjalanan jarak jauh dan melakukan isolasi hingga 14 April 2020 untuk mencegah penyebaran virus Corona. WHO meminta setiap negara melengkapi peralatan yang dibutuhkan petugas medis untuk menangani korban di rumah sakit.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT