RS Siloam COVID-19: Cerita Penghuni Nine Residence Merasa Terusir
TEMPO.CO | 04/04/2020 22:31
Sejumlah orang duduk diatas di tempat tidur rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus Corona atau COVID-19 di Lippo Plaza Mampang, Jakarta, Kamis, 2 April 2020. Siloam Hospitals mengubah sebagian Lippo Plaza Mampang menjadi rumah sakit yang dikhususk
Sejumlah orang duduk diatas di tempat tidur rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus Corona atau COVID-19 di Lippo Plaza Mampang, Jakarta, Kamis, 2 April 2020. Siloam Hospitals mengubah sebagian Lippo Plaza Mampang menjadi rumah sakit yang dikhususkan untuk menampung pasien virus Corona atau COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta -Intan Andini harus menganggarkan pengeluaran ekstra bulan ini untuk menyewa hotel sebagai tempat tinggal sementara, terkait imbas wabah COVID-19

Penyebabnya, apartemen Nine Residence di Mampang yang ia tinggali sejak Juli 2019, telah menjadi red zone setelah ada pembangunan Rumah Sakit Siloam untuk merawat pasien COVID-19 di kompleks apartemen.  

Intan mengaku khawatir tertular virus tersebut jika tinggal di 1 kompleks yang sama dengan para pasien positif Corona.

"Saya lebih baik mencari hunian baru yang sifatnya sementara, paling tidak merasa safe dulu," ujar Intan saat dihubungi Tempo, Sabtu, 4 April 2020. 

Intan mengatakan sudah tak tinggal di unit apartemen yang disewanya sejak 1 April 2020 atau saat rumah sakit itu dikabarkan akan mulai beroperasi. Ia saat ini terpaksa menyewa kamar hotel sambil mencari hunian baru. Peristiwa ini diakuinya membawa kerugian karena membuat pengeluaran menjadi lebih ekstra. 

"Ya lumayan, biaya hotel seminggu dan masih belum tahu akan tinggal di mana," ujar Intan. 

Atas peristiwa ini, Intan merasa terusir tanpa pemberitahuan dari apartemennya. Ia mengatakan tak akan kembali ke apartemen tersebut selama belum ada kejelasan pengoperasian rumah sakit tersebut. 

Protes atas pembangunan RS Siloam khusus pasien Corona itu juga disampaikan oleh pemilik dan penghuni lainnya yang tergabung dalam Paguyuban Nine Residence. Mereka merasa pembangunan rumah sakit dilakukan sepihak dan tanpa pemberitahuan kepada penghuni apartemen yang jumlahnya sekitar 150 orang. 

"Pembangunan RS telah dilaksanakan secara sepihak oleh pihak Manajemen Lippo tanpa ada pemberitahuan kepada pemilik dan penghuni apartemen," ujar perwakilan Paguyuban Nine Residence, A. Fimualif. 

Petugas membersihkan rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus Corona atau COVID-19 di Lippo Plaza Mampang, Jakarta, Kamis, 2 April 2020. Siloam Hospitals mengubah sebagian Lippo Plaza Mampang menjadi rumah sakit yang dikhususkan untuk menampung pasien virus Corona atau COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

Menanggapi protes para penghuni apartemen itu, Direktur Public Relations and External Relations Lippo Karawaci, Danang Kemayan Jati mengatakan RS Siloam dibangun di Lippo Plaza Mampang yang letaknya terpisah dengan dengan unit Apartemen Nine Residence.

Menurut Danang, hal ini akan menjawab kekhawatiran penghuni apartemen yang menyebut pembangunan rumah sakit akan membuat area apartemen berada dalam zona merah COVID-19. "Baik dalam infrastrukturnya, apakah itu akses masuk dan keluar, suplai air, listrik, lot parkir, suplai AC dan lain lain-lain semuanya terpisah, tak bersinggungan. Manajemen dan pengelolaannya juga sendiri-sendiri," kata Danang kepada Tempo, Jumat, 3 April 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT