Teten Siapkan 8 Program Bagi Koperasi dan UMKM Terdampak Corona
TEMPO.CO | 04/04/2020 07:52
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. PemeriksaanÊkondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisi
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. PemeriksaanÊkondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyiapkan delapan program khusus pelaku koperasi dan UMKM di Tanah Air yang terdampak virus corona.

“Yang pertama, kami mengajukan stimulus daya beli produk UMKM dan koperasi. Ini sudah disampaikan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan disetujui angkanya sekitar Rp 2 triliun untuk sementara ini,” kata Teten Masduki melalui keterangan tertulis, Jumat 3 April 2020.

Program kedua, Kementerian mendukung dan mengefektifkan pembatasan interaksi sosial atau social distancing, tapi dalam waktu bersamaan warung-warung tetap bisa berjalan dengan baik usahanya. Teten menjelaskan, program tersebut nantinya warung-warung di sekitar rumah akan mendapatkan suplai kemudian menjajakan dagangannya kepada ke tetangganya melalui daring.

“Kami punya program belanja di warung tetangga bekerja sama dengan 9 BUMN Klaster Pangan dan kelompok masyarakat untuk mendorong gerakan sosial," lanjut Teten. "Onlinenya sederhana, nanti warung bisa mengantarkan belanjaan tetangganya ke rumah masing-masing."

Program ketiga, program restrukturisasi dan subsidi suku bunga kredit usaha mikro, kata Teten, sampai saat ini kebijakan tersebut masih dibahas dengan Kementerian Keuangan. Program keempat, restrukturisasi kredit yang khusus bagi koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB -KUMKM).

Selanjutnya yang kelima, pihaknya akan mendorong penyediaan masker bagi semuanya, baik tenaga medis maupun masyarakat umum, antara lain dengan mendorong gerakan penggunaan masker kain buat siapa saja yang terpaksa harus beraktivitas keluar rumah dan mengajak UMKM di berbagai daerah untuk memproduksinya.

Sementara program keenam, Teten berupaya memasukkan sektor mikro yang jumlahnya cukup banyak dan paling rentan terdampak COVID-19 dalam klaster penerima kartu pra kerja untuk pekerja harian.

”Ketujuh, ini yang juga penting, yaitu bantuan langsung tunai. Budgetnya sedang disusun oleh Kementerian Keuangan tapi kami bisa menjadi salah satu penyalur dari bantuan langsung ini yang sebenarnya semacam bantuan sosial yang diperluas,” kata Teten Masduki.

Kemudian program kedelapan terkait dengan pajak dimana pihaknya mengusulkan relaksasi PPh 21, pajak penghasilan impor, dan  PPh 25 untuk koperasi dan UMKM.

Dengan kedelapan program tersebut, Teten berharap dapat memitigasi serta membawa dampak positif bagi pelaku koperasi dan UMKM yang terdampak virus corona.



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT