Di Luar Dugaan, IHSG Akhir Pekan Ditutup di Zona Hijau
TEMPO.CO | 03/04/2020 21:22
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan tren penguatan dan mengakhiri perdagangan Jumat 3 April 2020 di zona hijau. IHSG ditutup dengan penguatan 2,02 persen ke posisi 4.623,42.

Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka pada level 4.531,68 dan terus menanjak sepanjang perdagangan. IHSG bergerak pada rentang 4.531,81—4.623,42 sebelum akhirnya parkir di level 4.623,42.

Analis PT Kresna Securities Etta Rusdiana Putra menilai stimulus fiskal dan moneter yang dilakukan pemerintah Indonesia serta koordinasi kebijakan secara global menjadi katalis positif untuk pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.

Selain itu, tambah Etta, langkah pemerintah untuk menahan laju penyebaran virus Covid-19 diapresiasi pasar, meskipun volatilitas masih akan menjadi bagian dari pergerakan pasar selama beberapa waktu ke depan. “Volatilitas mulai menurun, tapi pasar masih dalam tahap awal recovery,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat.

Sebanyak 257 saham tercatat menguat, 142 saham turun, dan 135 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp6,62 triliun, naik tipis dibanding perdagangan Kamis (2/4/2020) yang mencapai Rp6,61 triliun. 

 

Investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih, tapi jauh menyusut dibandingkan perdagangan sebelumnya. Di seluruh pasar, net sell tercatat Rp16,51 miliar.

 

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) masih menjadi sasaran aksi jual investor asing. Hingga penutupan pasar, net sell BBRI mencapai Rp152,32 miliar.

Sebaliknya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang sebelumnya ikut dilego, pada perdagangan hari ini malah diborong oleh para investor asing. BBCA mencetak net buy senilai Rp111,91 miliar.

Selain BBCA, investor juga mencatatkan net sell untuk saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) sebesar Rp97,39 miliar dan saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) tbk. (TLKM) sebesar Rp14,03 miliar.

Tak seperti Bursa Efek Indonesia, bursa saham Asia lainnya kompak parkir di zona merah yakni indeks Hang Seng Hongkong (0,19 persen), indeks Shanghai Composite (0,60 persen) dan indeks Strait Times Singapura (2,69 persen).

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini di luar perkiraan. Awalnya, indeks diprediksi akan kembali tertekan karena banyak data ekonomi AS yang tak sesuai harapan.

“Ditambah penyebaran corona di Amerika juga semakin tinggi bahkan ada statement yang bilang jumlah kasusnya akan mencapai 200.000 orang lebih,” katanya saat dihubungi Bisnis. 

 

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT