Utang Jatuh Tempo BUMN 2020, Erick Thohir: Garuda Paling Berat
TEMPO.CO | 03/04/2020 19:57
Logo Garuda Indonesia
Logo Garuda Indonesia

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan bahwa utang sejumlah perusahaan pelat merah bakal jatuh tempo pada tahun ini, salah satunya Garuda Indonesia. Utang perusahaan maskapai itu akan jatuh tempo pada Juni 2020.

"Garuda yang terberat karena ada utang 500 juta dolar yang akan jatuh tempo," ujar dia dalam rapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat, 3 April 2020. Masalah dari perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama Irfan Setiaputra itu semakin berat lantaran industri penerbangan tengah ambruk dihantam wabah Virus Corona alias COVID-19.

Sebelum adanya wabah Corona, ia mengatakan bersama dengan Garuda telah menemukan jalan keluar. Caranya adalah dengan memaksimalkan penerbangan haji dan umrah, menutup penerbangan luar negeri yang tidak efisien, dan mengutamakan penerbangan domestik. "Awalnya baik, tapi karena sekarang ditutup semua, sudah tentu arus kas sangat negatif."

Selain Garuda, Perum Bulog juga mengalami tekanan dari  utang jangka pendek karena keterbatasan kas dan penumpukan inventori. Adapun utang jangka pendek itu berasal dari Himbara.

"Alhamdulillah kami sudah bicara dengan Bulog dan Menteri Sosial, serta beberapa menteri, dan sesuai kebijakan Perppu, inventori akan digelontorkan sebagai bansos kepada rakyat," tutur Erick. Kemudian, Erick Thohir berujar, PLN juga mengalami commitment off balance sheet yang mengindikasikan suku bunga efektif tinggi dan peningkatan subsidi signifikan.

Berikutnya, kata Erick, BUMN Karya juga menghadapi fixed coupon obligasi jangka panjang dengan kondisi tingkat bunga yang rendah. "Karya-karya itu sekarang proyeknya jangka panjang tapi dibiayai Himbara dengan pinjaman jangka pendek," tuturnya.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, Erick mengatakan telah mendapat solusi bersama dengan Kementerian Keuangan. Ia mengatakan utang jangka pendek itu akan coba diubah menjadi jangka panjang. Sehingga pembangunan infrastruktur bisa tetap berjalan.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT