Jadi Pemicu Inflasi, Harga Gula dan Telur di Palembang Melambung
TEMPO.CO | 01/04/2020 22:00
Pekerja memasukkan telur ayam siap tetas saat pemusnahan di PT Charoen Pokphand Jaya Farm, Desa Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 28 Juni 2019. Pemusnahan telur ayam siap tetas berumur 19 hari tersebut untuk mengurangi produksi dan menstabil
Pekerja memasukkan telur ayam siap tetas saat pemusnahan di PT Charoen Pokphand Jaya Farm, Desa Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 28 Juni 2019. Pemusnahan telur ayam siap tetas berumur 19 hari tersebut untuk mengurangi produksi dan menstabilkan harga di tingkat peternak. ANTARA/Oky Lukmansyah

TEMPO.CO, Palembang - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat laju inflasi sepanjang Maret 2020 sebesar 0,10 persen. Selain karena kenaikan harga barang pribadi dan jasa seperti emas, Kepala BPS Suhariyanto menyebut inflasi ini juga  didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kontribusi sebesar 0,03 persen.

"Komoditas dominan yang menyumbang inflasi di kelompok ini adalah harga telur ayam yang mengalami inflasi 0,03 persen, lalu kenaikan harga gula pasir," tutur Suhariyanto di Jakarta Rabu 1 April 2020. 

 

Tingginya harga telur dan harga gula ini juga terjadi di Palembang Sumatera Selatan. Memasuki pekan pertama di bulan April ini, menjelang puasa, harga bahan pokok di daerah ini terus melambung.

Harga gula pasir curah misalnya, pada tingkat eceran di warung mencapai lebih dari Rp 20 ribu setiap kilogramnya sedangkan harga resmi yang dirilis oleh Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan berkisar  Rp 16 ribu-Rp 17 ribu. Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan menjelaskan, selain gula pasir, harga telur ayam negeri juga mengalami kenaikan yaitu Rp 22 ribu-Rp24 ribu per kilogram. “Untuk gula pasir merk PSM rata-rata dijual Rp. 16.000,-/kg,” kata Iwan Gunawan, Rabu, 1 April 2020.

Sementara untuk harga beras medium berada pada kisaran Rp 8.350/kg s.d Rp.9.000 /kg. Menurut Iwan, harga beras kualitas medium berkisar Rp 11.000/kg s.d Rp 11.500/kg.

Berikut daftar harga kebutuhan pokok yang disampaikan pada Tempo: minyak goreng curah dari Rp 11.500/liter s.d Rp 12.500/liter, minyak goreng kemasan Rp 12.000/liter s.d Rp 12.500 /liter. Untuk kelompok daging: daging sapi paha belakang dari Rp 120.000/kg s.d Rp 130.000/kg, daging ayam broiler dari Rp 25.000/kg s.d   Rp 30.000/kg, dan telur ayam neger dari Rp 22.000/kg s.d Rp 24.000/kg. Adapun untuk harga cabai merah besar dari Rp 20.000/kg s.d Rp 35.000/kg, cabai merah keriting dari Rp 25.000/kg s.d Rp 40.000 /kg.

Catatan Dinas Perdagangan Sumsel, stok beras di bulan April ini tersedia sebanyak 66.587 ton sedangkan kebutuhan mencapai 86.563 ton. Adapun persediaan gula di bulan ini mencapai 7.032 ton dari kebutuhan yang mencapai 9.142 ton.

Berdasarkan pantauan di beberapa warung di kawasan Talang Kelapa, Palembang didapati harga gula pasir curah dijual Rp 18.500-20.000 per kilogramnya. Harga tersebut dinilai sudah tidak wajar lagi mengingat masih jauh dari bulan puasa dan lebaran.

Yanti, warga setempat mengatakan ada kemungkinan harga gula dan sejumlan bahan pokok tersebut akan naik berkali-kali lipat pada pekan pertama bulan puasa. “Gula sama telur ayam ini yang naiknya tidak wajar padahal bulan puasa masih sebulan lagi,” katanya.

PARLIZA HENDRAWAN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT