Prediksi Guru Besar UGM: Wabah Corona Selesai Akhir Mei 2020
TEMPO.CO | 01/04/2020 17:50
Truk yang dimodifikasi Polda DIY jadi penyemprot disinfektan demi penanggulangan wabah Corona. Dok.humas Polda.DIY
Truk yang dimodifikasi Polda DIY jadi penyemprot disinfektan demi penanggulangan wabah Corona. Dok.humas Polda.DIY

TEMPO.CO, Yogyakarta - Para pakar statistika dan alumni UGM memprediksi wabah  Covid-19 dan virus Corona di Indonesia akan berhenti pada akhir Mei 2020.

Jumlah kasus penderita Covid-19 hingga akhir Mei nanti setidaknya 6.174.

"Dengan intervensi pemerintah yang berhasil dengan baik, total penderita Covid-19 sekitar 6.200 di akhir pandemi," kata Guru Besar Statistika UGM Dedi Rosadi dalam konferensi pers melalui aplikasi Zoom hari ini, Rabu, 1 April 2020.

Dedi adalah penanggungjawab prediksi tersebut menggunakan pemodelan matematika. Model tersebut dinamai probabilistik yang berdasar pada data nyata atau probabilistik data-driven model (PPDM).

Prediksi dibuat bersama sejumlah pakar, yaitu Heribertus Joko (alumnus FMIPA UGM) dan Fidelis I Diponegoro (pengarang Worry Marketing sekaligus alumni PPRA Lemhanas RI).

Dedi menjelaskan bahwa sejumlah hasil prediksi model matematika dinamik terhadap data penderita Covid-19 cenderung bombastis dan terlalu berlebihan. Melalui model dari timnya diperkirakan penambahan maksimum total penderita Covid-19 setiap hari terjadi sekitar minggu kedua April 2020, yaitu berkisar 7 hingga 11 April 2020.

"Penambahan lebih kurang 740 sampai 800 pasien per 4 hari dan diperkirakan terus menurun setelahnya."

Menurut dia, pada pertengahan Mei 2020 penambahan total penderita sudah relatif kecil.  Diperkirakan pandemi akan berakhir sekitar 100 hari setelah 2 Maret 2020 yaitu 29 Mei 2020.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT