Langgar Lokdown VIrus Corona, Warga India Dihukum Sit up
TEMPO.CO | 01/04/2020 08:33
Sejumlah warga berdiri di dalam lingkaran saat menerapkan social distance untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 ketika mengantre makanan gratis di Ghaziabadi, India 28 Maret 2020. REUTERS/Anushree Fadnavis
Sejumlah warga berdiri di dalam lingkaran saat menerapkan social distance untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 ketika mengantre makanan gratis di Ghaziabadi, India 28 Maret 2020. REUTERS/Anushree Fadnavis

TEMPO.CO, Jakarta - India punya cara unik dalam menertibkan mereka yang melanggar lockdown akibat virus Corona (COVID-19). Di Andra Pradesh, misalnya, mereka yang ketahuan melanggar lockdown akan dihukum push up dan sit up di jalan.

Hal senada berlaku di kota Meerut. Di sana, jika ada warga yang ketahuan melanggar lockdown, ia akan dihukum memegang papan yang pada intinya menegaskan betapa bodohnya mereka.

"Saya adalah musuh dari virus Corona. Saya musuh dari masyarakat," ujar tulisan di papan sebagaimana dikutip dari New York Post, Rabu, 1 April 2020.

Selain tulisan di atas, ada juga papan dengan tulisan lainnya. Salah satu contohnya, "Saya tidak percaya dengan hukum di negara ini. Saya tidak peduli akan keselamatan diri saya, keluarga saya, ataupun masyarakat".

Cara Kepolisian India menertibkan para pelanggar ini tak ayal viral di media sosial. Netizen India ramai-ramai mengomentarinya. Ada yang sekedar mentertawakannya, ada juga yang memuji. "Pikir lagi baik-baik jika anda mau keluar dari rumah di #AndhraPradesh," tulis salah satu akun Twiitter.

Adapun penertiban gaya India tersebut kontras dengan penertiban sebelumnnya yang memicu kerusuhan. Beberapa hari sebelumnya, kerusuhan terjadi di beberapa kota India akibat lockdown yang diterapkan. Warga-warga yang kelaparan dan khawatir kehilangan pekerjaan memberontak sementara aparat keamanan menertibkan mereka dengan tongkat baton mereka.

Adapun Presiden India, Narendra Modi, sudah meminta maaf atas insiden yang terjadi. Selain itu, ia juga meminta maaf telah menerapkan lockdown untuk 3 pekan. Ia berkata, menerapkan lockdown adalah keputusan yang sulit, namun diperlukan untuk menekan penyebaran virus Corona.

Hingga berita ini ditulis, total sudah ada 1.251 kasus virus Corona (COVID-19) di India. Selain itu, untuk korban meninggal, ada 32 orang.

ISTMAN MP | NEW YORK POST


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT