Lukisan van Gogh Dicuri Saat Museum Tutup karena Virus Corona
TEMPO.CO | 01/04/2020 05:00
Museum Singer Laren di kota Laren, Belanda. [Singer Laren/Wikimedia Commons]
Museum Singer Laren di kota Laren, Belanda. [Singer Laren/Wikimedia Commons]

TEMPO.CO, Jakarta - Lukisan Vincent van Gogh dicuri pada Senin dini hari dari museum Belanda ketika ditutup karena wabah virus Corona.

Lukisan Van Gogh "The Parsonage Garden di Nuenen in Spring" dicuri dari Museum Singer Laren di kota Laren dekat Amsterdam.

Lukisan yang dibuat oleh maestro lukis Belanda pada 1884, dipinjam dari lembaga seni lain, Museum Groninger di kota Groningen.

Dikutip dari CNN, 1 April 2020, polisi mengatakan bahwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 3.15 pagi waktu setempat, dan para penyusup memasuki tempat itu dengan menerobos pintu kaca.

Penyelidik berada di tempat kejadian sepanjang hari, di mana pintu kaca besar di depan gedung itu rusak terbuka. "Setelah alarm pencuri menyala, petugas langsung menuju museum," kata polisi, dikutip dari NL Times. Namun, para pelaku tidak ditemukan ketika polisi tiba.

"Saya terkejut dan sangat kesal," kata direktur museum Jan Rudolph de Lorm. "Ini sangat buruk untuk Museum Groninger. Ini juga sangat buruk untuk Museum Singer."

"Tapi di atas semua itu mengerikan bagi kita semua, karena seni ada di sana untuk dilihat dan dibagikan oleh kita semua, bagi masyarakat secara keseluruhan, untuk membawa kebahagiaan, untuk membawa inspirasi, dan juga untuk membawa kenyamanan. Terutama dalam kesulitan waktu ini," lanjut Rudolph.

Lukisan Vincent van Gogh, The Parsonage Garden at Nuenen in Spring (1884).[Groninger Museum/Artnetnews]

Lukisan itu dibuat di kota Nuenen, tempat Van Gogh tinggal bersama orang tuanya antara 1883 dan 1885. Lukisan itu menggambarkan taman rumah pendeta yang mereka tinggali dan tempat ayahnya mengabdi sebagai pendeta. Ini juga menunjukkan reruntuhan sebuah gereja tua yang ditampilkan dalam sejumlah karya Van Gogh lainnya dari masa itu.

Polisi mengatakan bahwa lukisan sekarang telah ditambahkan ke basis data seni curian Interpol.

"Keamanan di Singer Laren mematuhi protokol. Sudah dikoordinasikan dengan para ahli asuransi, dengan siapa Singer Laren saat ini sedang dalam konsultasi erat," kata direktur pelaksana Museum Singer, Laren Evert van Os.

Direktur Museum Groninger Andreas Blühm mengatakan korban yang sebenarnya adalah "orang-orang Belanda." Dia mengatakan mereka akan berjuang mati-matian untuk mengembalikan karya seni yang dicuri. "Kami tidak ragu. Kami akan memastikan bahwa itu kembali sesegera mungkin," kata Blühm kepada NL Times.

Tidak jelas apakah ada barang lain yang dicuri dari 3.000 koleksi Museum Singer Laren. Museum ini didirikan pada tahun 1954 oleh Anna Singer, janda pelukis Amerika William Singer, untuk memamerkan koleksi mereka. Koleksinya termasuk karya-karya seniman Belanda Jan Toorop, Chris Beekman, dan Herman Kruyder, menurut Artnet News.

Sekitar 93 orang telah meninggal karena virus Corona di Belanda dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah total kematian menjadi 864, menurut Institut Nasional Belanda untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan. Museum Singer Laren telah mengumumkan penutupan sementara pada 13 Maret hingga 1 Juni, tak lama setelah pemerintah Belanda mengumumkan larangan pertemuan besar dan menutup Museum Van Gogh dan Rijksmuseum di Amsterdam karena wabah virus Corona.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT