Gubernur Khofifah: Tak Perlu Potong Gaji ASN Buat Tangani Corona
TEMPO.CO | 01/04/2020 02:54
Gubernur Jawa Tirmur Khofifah Indar Parawansa (kanan) memasuki bilik disinfektan atau bilik sikat Corona (Sico) ketika memasuki Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 23 Maret 2020. Bilik tersebut disediakan di pintu masuk dan keluar yang w
Gubernur Jawa Tirmur Khofifah Indar Parawansa (kanan) memasuki bilik disinfektan atau bilik sikat Corona (Sico) ketika memasuki Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 23 Maret 2020. Bilik tersebut disediakan di pintu masuk dan keluar yang wajib dilewati pengunjung untuk mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19). ANTARA

TEMPO.CO, Surabaya -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pihaknya tidak membuat kebijakan pemotongan gaji dan tunjangan Aparatur Sipil Negara atau ASN untuk membantu penanggulangan pandemik virus Corona alias COVID-19 di wilayahnya.

"Kami tidak melakukan pemotongan gaji ASN yang kemudian menjadi kewajiban," kata Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa petang, 31 Maret 2020 terkait wabah Corona tersebut.

Kendati demikian, pihaknya meminta kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengeluarkan infaq dan sadaqah. "Kami menyampaikan supaya bersama-sama gotong royong memberikan infak dan sadaqah," ujarnya.

Menurut mantan Menteri Sosial tersebut, tidak semua ASN di daerah bergaji besar. Dia menyebut banyak ASN golongan I dan II kesulitan membayar angsuran rumah dan motor akibat tidak ada perjalanan dinas selama pandemi Covid-19.

Dia pun berencana membantu memberikan kemudahan kepada mereka. Dia mengatakan sudah meminta pimpinan OPD berkirim surat ke bank meminta keringanan stafnya yang kesulitan melakukan pembayaran kredit atau hutang.

"Saya masih meminta biro hukum dan tim inspektorat supaya menyiapkan formatnya. Isi suratnya adalah supaya mereka (bank) memberikan relaksasi atau restrukturisasi pembayaran hutang bagi ASN golongan I dan II," kata Khofifah.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT