Wali Kota Semarang Siapkan Rumah Dinas Untuk Tampung Pasien Covid-19
TEMPO.CO | 30/03/2020 05:52
Rumah Dinas Wali Kota Semarang Siap Tampung PDP
Rumah Dinas Wali Kota Semarang Siap Tampung PDP
INFO NASIONAL-- Sesuai target penyiapan Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan Kantor Diklat milik Pemerintah Kota Semarang menjadi ruang isolasi bagi pasien ODP dan PDP virus Corona dinyatakan telah mencapai 100% atau rampung pada Minggu (29/3).
 
"Lengkap dengan sistem sterilisasi terpadu mulai dari bilik uap disinfektan untuk kendaraan, bilik spray disinfektan untuk pasien dan tenaga medis, hingga penyaring udara serta instalasi pengolahan air limbah, pembangunan ditegaskan telah sesuai dengan standart fasilitas kesehatan," ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat meninjau sendiri kesiapan ratusan ruang isolasi yang diinisasinya tersebut, Minggu,29 Maret 2020.
 
Hendi, akrab disapa Wali Kota Semarang, menyatakan bersyukur penyiapan Rumah Dinasnya sebagai ruang - ruang isolasi dapat sesuai target yang diharapkan. "Sesuai target untuk bisa siap pada tanggal 30 Maret besok, hari ini sudah siap. Saya sendiri sudah cek lokasi sudah oke, alat-alatnya juga sudah siap semuanya,” ucapnya.
 
"Kalau ditotal untuk yang ada di Rumah Dinas dan Balai Diklat bisa menampung sampai 169 orang baik ODP maupun PDP. Sehingga tentu tidak semua akan ditampung di sini, saya rasa ada rumah sakit - rumah sakit rujukan yang lain juga di Kota Semarang," katanya.
 
Secara rinci Hendi menyebutkan jika rumah dinas akan difokuskan untuk PDP, sedangkan balai diklat untuk ODP. “Untuk di Rumah Dinas Wali Kota ini ada 94 kamar yang nantinya bisa dipakai untuk sedulur - sedulur PDP, artinya pasien dalam pengawasan, kalau positif ada 6 kamar ruang isolasi emergency. Kalau di Balai Diklat  ada 69 kamar untuk karantina kawan-kawan yang masuk kategori Orang Dalam Pantauan (ODP), kalau positif akan dibawa ke RSUD KRMT Wongsonegoro, dekat dari situ,” ujar Hendi.   
 
Sementara itu untuk tenaga medis yang akan bertugas di Rumah Dinas, pihaknya telah menyiapkan 36 perawat dan 16 dokter di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kota Semarang. Tenaga medis tersebut berasal dari beberapa elemen mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit Tentara hingga relawan-relawan Ikatan Dokter Indonesia.
 
Sedangkan Balai Diklat sedianya akan mendapat back-up tenaga medis dari Rumah Sakit Wongsonegoro dengan jumlah yang sama. "Untuk di rumah dinas nanti ada 36 perawat dan 16 dokter, di balai diklat juga sama jumlahnya sekitar itu," tuturnya.(*)

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT