Wabah Corona: Bekasi Ingin Batasi Transportasi Umum
TEMPO.CO | 29/03/2020 22:09
Sejumlah kendaraan melintas di jalur Pantura yang dialihkan ke Jalur Lingkar Utara (jalingkut) Tegal, Jawa Tengah, Jumat 27 Maret 2020. Pemerintah Kota Tegal berencana mulai 30 Maret hingga 30 Juli melakukan lokal "lockdown" dengan menutup 50 titik jalur
Sejumlah kendaraan melintas di jalur Pantura yang dialihkan ke Jalur Lingkar Utara (jalingkut) Tegal, Jawa Tengah, Jumat 27 Maret 2020. Pemerintah Kota Tegal berencana mulai 30 Maret hingga 30 Juli melakukan lokal "lockdown" dengan menutup 50 titik jalur masuk ke Kota Tegal menggunakan beton MBC. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi berencana membatasi pergerakan transportasi umum dari luar daerah untuk menekan penyebaran wabah Corona. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyebut kebijakan tersebut tak beda jauh dengan yang dilakukan oleh Bupati Lebak, Banten. 

"Saya ingin meng-copy-paste seperti Bupati Lebak," kata Rahmat di posko Covid-19 di Stadion Patriot pada Ahad, 29 Maret 2020.

Di Lebak, pemerintah daerah tengah mengusulkan semua jenis transportasi luar daerah tidak masuk ke wilayahnya. Usulan disampaikan kepada berbagai pihak seperti Gugus Tugas Covid-19, PT KAI, Perum Damri, hingga organisasi angkutan darat (Organda).

Rahmat menambahkan hingga sekarang sudah ada 34 warganya positif Corona. Sebanyak 15 diantaranya terdeteksi lewat tes massal menggunakan rapid test Corona. Baru satu orang yang telah dinyatakan sembuh. Dengan bertambahnya orang yang positif Corona, kata dia, penyebaran virus itu cukup merata di Bekasi.

Sejauh ini, Pemkot Bekasi sudah meminta langkah preventif, yakni karantina wilayah di lingkungan paling bawah. Rahmat menyebutnya isolasi kemanusiaan. Sejumlah kompleks perumahan telah memberlakukan dengan koordinator RT/RW hingga lurah maupun camat. "Kami minta dengan kerendahan hati, ini harus dilakukan bersama," kata Rahmat Effendi.

ADI WARSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT