97 WNA Jamaah Tabligh Masjid Kebon Jeruk Diisolasi di Wisma Atlet
TEMPO.CO | 29/03/2020 00:37
Petugas menyiapkan ventilator di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran yang disiapkan menjadi RS Darurat Corona COVID-19, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Rumah Sakit Darurat Corona ini rencananya akan beroperasional esok hari. TEMPO/Muhammad Hidayat
Petugas menyiapkan ventilator di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran yang disiapkan menjadi RS Darurat Corona COVID-19, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Rumah Sakit Darurat Corona ini rencananya akan beroperasional esok hari. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 97 warga negara asing (WNA) anggota Jamaah Tabligh Masjid Kebon Jeruk diisolasi di RS Darurat Corona COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran. Mereka dibawa ke Wisma Atlet setelah sebelumnya menjalankan isolasi di masjid Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Rencana malam ini akan datang pasien dari Jamaah Tabligh yang sebelumnya diisolasi di masjid Kebon Jeruk, Jakarta Barat,” kata Kasdam Jaya sekaligus Wakil Kogasgabpad, Brigjen TNI M. Saleh, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu malam 28 Maret 2020.

Kasdam Jaya menyatakan informasi dari Pemerintah Kota Jakarta Barat menyebutkan terdapat total 208 pasien dari jamaah Masjid Kebon Jeruk, yang terdiri atas 106 warga negara Indonesia (WNI) dan 102 WNA.

Dari total jumlah WNA tersebut, lima di antaranya akan langsung kembali ke negara asal, yakni Palestina. Dengan demikian, total WNA yang dirujuk ke RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet berjumlah 97 orang.

Ratusan jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk itu berstatus orang dalam pemantauan (ODP) setelah tiga WNI positif Covid-19 dan dibawa ke Wisma Atlet terlebih dahulu. Tiga orang itu terdiri atas seorang warga Sumatera Utara dan dua orang asal Aceh.

Hingga Sabtu siang, pukul 13.00, RS Darurat Corona di Wisma Atlet merawat 335 pasien. Dari jumlah tersebut, 80 orang dinyatakan positif, sedangkan 216 lainnya pasien dalam pengawasan (PDP) dan 39 lainnya ODP.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT