Pelabuhan Tanjung Priok Disterilisasi Lagi untuk Tangkal Corona
TEMPO.CO | 28/03/2020 15:46
Pekerja mengawasi mesin melakukan aktivitas bongkar muat gula di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. TEMPO/Tony Hartawan
Pekerja mengawasi mesin melakukan aktivitas bongkar muat gula di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC kembali mensterilisasi Pelabuhan Tanjung Priok untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 dengan penyemprotan disinfektan di area dermaga. Pasalnya, beragam aktivitas di dermaga masih terus berjalan.

“Ketika ada anjuran agar warga bekerja di rumah [work from home/WFH], aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, terutama di dermaga tidak berhenti. Para petugas seperti petugas pandu, operator crane, petugas lapangan penumpukan peti kemas, termasuk supir truk kontainer terus bekerja di lapangan,” kata Direktur Utama IPC Arif Suhartono, dalam keterangan resmi, Sabtu, 28 Maret 2020. Pada 20 Maret 2020 lalu, Pelabuhan Tanjung Priok juga disemprot disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sigit Wijatmoko, Wali Kota Jakarta Utara, mengatakan, pada situasi seperti ini, semua pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk Kantor Wali Kota Jakarta Utara harus terlibat dalam upaya mencegah penyebaran virus corona di Pelabuhan.

“Ini adalah bentuk dukungan semua pihak dalam mencegah penyebaran virus corona di pelabuhan, yang merupakan obyek vital negara,” katanya.

Penyemprotan disinfektan dilakukan oleh petugas PMI Jakarta Utara, di bawah koordinasi Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kurniawan Tandi Rongre.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager IPC Cabang Pelabuhan Tanjung Priok Suparjo menyerahkan donasi kepada PMI Jakarta Utara, untuk memperluas cakupan sterilisasi, termasuk di beberapa area pelabuhan yang berdekatan dengan aktivitas warga.

Arif menjelaskan IPC telah berupaya meminimalisir interaksi antar-manusia di area pelabuhan. Sejak dua pekan lalu, perseroan telah menginstruksikan sebagian besar karyawan untuk bekerja dari rumah. Meski demikian, IPC memastikan bahwa layanan terhadap pengguna jasa tetap berjalan normal.

“Kami sudah mengimbau semua pengguna jasa memanfaatkan teknologi informasi di setiap pelayanan administrasi. Sudah ada aplikasi ipc-e-services untuk permintaan pelayanan peti kemas, dan ada portal idpcs.id untuk permintaan pelayanan kapal, sehingga para agen pelayaran tak perlu harus datang ke kantor,” ucapnya.

Arif melanjutkan untuk operasional di dermaga dan terminal peti kemas memang tidak terhindarkan dari aktivitas lapangan. Para operator lapangan tetap bekerja guna menjamin kelancaran keluar-masuk barang di pelabuhan, yang umumnya barang kebutuhan masyarakat.

“Oleh karena itu, sterilisasi di area dermaga menjadi sangat penting,” ujarnya.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT