KTT G20 Sepakat Patungan Dana Percepatan Riset Vaksin Corona
TEMPO.CO | 27/03/2020 08:22
Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. Jokowi kembali bekerja setelah pemakaman Ibunda Sudjia
Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. Jokowi kembali bekerja setelah pemakaman Ibunda Sudjiatmi Notomihardjo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan salah satu keputusan KTT G20 adalah para pemimpin negara sepakat untuk sama-sama memerangi pandemi virus Corona. Salah satu langkahnya adalah dengan bekerja sama menemukan vaksin.

"Akan dilakukan kolaborasi antara WHO, GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunisation), dan seluruh negara," kata Sri Mulyani dalam konferensi persnya di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis malam, 26 Maret 2020.

Sri Mulyani menjelaskan dalam pertemuan antara Menteri Keuangan negara anggota G20 sebelumnya, ada kesepakatan untuk mengalokasikan US$ 4 miliar yang dimobilisasi dari seluruh negara di dunia.

Uang ini bakal digunakan untuk riset sehingga mempercepat penemuan vaksin virus Corona. "Ini sedang dibahas bersama dalam level Menteri Keuangan anggota G20," ucap dia.

Sri Mulyani menjelaskan dalam pertemuan yang berlangsung secara virtual itu, para pemimpin negara G20 sepakat untuk fokus menyelamatkan nyawa manusia. Sebab wabah corona bukan sekadar masalah kesehatan namun tragedi kemanusiaan. "Saat ini bagaimana seluruh negara dunia mencoba kurangi risiko pencegahan penyebaran. Itu akan berkonsekuensi pada banyak hal," ucap dia.

Selain itu, para pemimpin negara mendiskusikan bagaimana mencegah terjadinya dampak negatif terhadap ekonomi global dan menyelesaikan masalah global supply chain terutama untuk peralatan medis yang saat ini sangat dibutuhkan. "Juga membantu kemitraan untuk membantu negara miskin," kata Sri.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT