1 Pasien Positif Corona di Kediri Dinyatakan Sembuh
TEMPO.CO | 27/03/2020 08:54
Perawat berfoto bersama di Rumah Sakit Darurat penanggulangan virus corona Huoshenshan (Gunung Dewa Api) di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Cina tengah, Jumat, 20 Maret 2020. Tidak ada laporan kasus baru positif virus corona di Wuhan pada Sabtu, 21 Maret
Perawat berfoto bersama di Rumah Sakit Darurat penanggulangan virus corona Huoshenshan (Gunung Dewa Api) di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Cina tengah, Jumat, 20 Maret 2020. Tidak ada laporan kasus baru positif virus corona di Wuhan pada Sabtu, 21 Maret 2020, yang menandai hari keempat secara beruntun di episentrum wabah tersebut. (Xinhua/Wang Yuguo)

TEMPO.CO, Kediri - Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri menyatakan hasil tes satu pasien positif yang dirujuk dari Blitar dinyatakan negatif Corona

Direktur RSUD Kabupaten Kediri (RSKK), Ibnu Gunawan, mengatakan pasien tersebut sudah diperbolehkan pulang. “Hasil lab swab dari TDC Uniar untuk penderita tersebut telah dinyatakan negatif,” kata Ibnu Gunawan kepada Tempo, Jumat 27 Maret 2020.

Pasien tersebut adalah rujukan dari Rumah Sakit Aminah Blitar yang mengalami demam pada tanggal 11 Maret 2020 setelah pulang dari Bogor. Setelah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSKK, kondisinya berangsur-angsur membaik. 

Ibnu Gunawan juga menjelaskan saat ini masih terdapat satu pasien berstatus positif yang dirawat di ruang isolasi. Ia adalah warga Kediri yang bekerja di rumah sakit Jakarta selama lima tahun.

Ketika pulang mengalami gejala klinis yang mengarah pada paparan Covid-19, dan memeriksakan diri ke RSKK. Hasil pemeriksaan swab menyatakan pasien positif terjangkit. “Saat ini kondisinya mengarah pada perbaikan. Semoga bisa menambah jumlah pasien sembuh di Kediri,” kata Ibnu.

Terkait satu pasien lainnya yang telah meninggal, Ibnu Gunawan memastikan jika almarhum positif Corona. Hasil pemeriksaan laboratorium itu keluar sehari setelah pasien meninggal. Saat diterima petugas medis RSKK dari RS HVA Toelongredjo Pare, kondisinya sudah memburuk akibat penyakit yang menyertai, yakni jantung dan diabetes.

Meski hasil pemeriksaan lab belum keluar saat pasien meninggal, pihak RSKK sudah menerapkan protokol pengurusan jenazah standar Corona. Petugas juga menyegerakan pemakaman di bawah tiga jam setelah kematian.

Dengan hasil tersebut, Ibnu Gunawan menyarankan kepada orang-orang terdekat pasien untuk isolasi mandiri. Mereka adalah keluarga dan siapapun yang sempat melakukan kontak fisik dengan almarhum sebelum meninggal. “Jika merasakan demam dan batuk, segera periksa ke Puskesmas terdekat,” kata Ibnu.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT