Sri Mulyani: Cina Komitmen Tingkatkan Produksi Pasca Corona Reda
TEMPO.CO | 27/03/2020 06:50
Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchli
Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat pertemuan luar biasa Pimpinan G20, Cina menyatakan sikapnya untuk membagi pengalaman menangani virus corona Covid-19 kepada anggota G20.  

"Ini yang tadi terutama disampaikan oleh Presiden Xi Jinping, sebagai negara pertama yang menghadapi dan sekarang dalam situasi yang dianggap relatif sudah akan membaik, maka Presiden Xi Jinping   menawarkan knowledge maupun pengalaman dari RRT di dalam menangani Covid-19 ini," kata Sri Mulyani yang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan luar biasa Pimpinan G20 melalui konferensi video, Kamis petang, 26 Maret 2020.

Sri Mulyani mengungkapkan, Cina juga berkomitmen meningkatkan produksi guna kembali masuk ke rantai pasok global, yang sempat terputus karena sempat menerapkan lockdown beberapa bulan akibat virus corona.

Sebelumnya Cina khususnya Wuhan menjadi daerah terparah dihantam virus corona. Kota ini mengalami lockdown hingga dua bulan dan membuat industri berhenti operasi. Namun saat ini kondisinya sudah mulai membaik dan industri-industri sudah beroperasi.

Adapun saat ini investor-investor asal Cina pun telah membantu proses penanganan dan pengendalian wabah Corona di Indonesia dengan mengirimkan alat-alat kesehatan berjumlah sekitar 40 ton.

"Bantuan alkes ini adalah bukti hubungan baik antara kedua negara dan juga wujud kepedulian terhadap wabah Covid-19 yang kita tahu merupakan tantangan semua negara di dunia hari ini,” ujar Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi, pada Kamis pagi, 26 Maret 2020.

Pasokan medis itu sendiri terdiri dari test kit Covid-19, masker N95, masker bedah, hingga alat pelindung diri seperti baju, kaca mata, sarung tangan, dan sebagainya. Seluruh bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan melalui BNPB, kampus-kampus, dan jaringan lainnya

Para Donatur yang menyumbang peralatan itu, tutur Jodi, sebagian besar adalah Para investor yang telah berinvestasi di Indonesia seperti di Morowali, Weda Bay, Obi, Kendari, Konawe, dan daerah sekitar. Para Investor mengirimkan Bantuan alat kesehatan untuk membantu penanganan pandemi secara nasional dan juga daerah lokal, khususnya tempat mereka berinvestasi.

EKO WAHYUDI l CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT