Stok Darah Menipis, Jumlah Donor Turun karena Wabah Corona
TEMPO.CO | 27/03/2020 05:25
Ilustrasi donor darah. ANTARA/Zabur Karuru
Ilustrasi donor darah. ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Tangerang - PMI Kota Tangerang menyebutkan jumlah donor darah di Kota Tangerang menurun sekitar 60-70 persen akibat wabah corona atau COVID-19.

Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang Ade Kurniawan dalam keterangannya mengatakan, stok darah menipis namun masih ada sampai saat ini.

“Sangat menurun, hampir 30-40 persen. Banyak donor yang meng-cancel kegiatan donornya di instansi atau perusahaan. Di mall juga sepi,” kata Ade, Kamis 26 Maret 2020.

Biasanya setiap hari ada 350 donor. Namun, semenjak wabah corona di kota seribu industri itu hanya mencapai 100 donor darah saja.

“Kita terhambat akhirnya. Awalnya kita menargetkan 20.000 kantung darah untuk Bulan Suci Ramadhan dan pasca Hari Raya Idul Fitri. Ini kita juga saat ini tetap gencar mengajak warga untuk menyumbangkan darah. Kita door to door, kita jemput bola saat wabah ini,” ujarnya.

Saat ini, PMI Kota Tangerang menerapkan status motivasi donor. Jadi kata Ade, untuk pasien yang membutuhkan darah, harus membawa donor. Hal itu untuk menutupi stok darah yang ada.

Ade juga mengimbau kepada warga Kota Tangerang, bahwa Covid-19 tidak berpengaruh kepada kegiatan menyumbangkan darah. Sebab, penularan virus yang bermula berasal dari Kota Wuhan, China itu tidak melalui darah. “Jadi banyak pasien, saudara kita yang membutuhkan darah," ujarnya.

Menurut Ade, banyak orang yang membutuhkan darah seperti pasien DBD, pendarahan saat ibu melahirkan serta penderita Thalasemia yang perlu transfusi setiap dua minggu sekali. Dia mengajak orang tetap menjadi donor darah dalam masa darurat corona. “Jangan karena Covid-19 masyarakat nggak mau jadi donor, ayo sebenernya Covid-19 dengan donor darah tidak berpengaruh.”


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT