Tangkal Virus Corona, Tahanan Polda Metro Jaya Rajin Berjemur
TEMPO.CO | 26/03/2020 08:46
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat mengunjungi ruang tahanan tersangka makar pengibaran bendera Bintang Kejora di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat 20 September 2019. DOK HUMAS POLDA
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat mengunjungi ruang tahanan tersangka makar pengibaran bendera Bintang Kejora di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat 20 September 2019. DOK HUMAS POLDA

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Barnabas S. Imam mengatakan kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah para tahanan di Rutan Polda Metro Jaya terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Salah satu caranya ialah dengan meniadakan jam besuk dari tanggal 24 Maret sampai 6 April 2020.

Tak cukup sampai di situ saja, Barnabas mengatakan, para tahanan juga rajin berjemur di bawah matahari untuk meningkatkan imunitas tubuh. "Tahanan dijemur waktu pagi," ujar Barnabas saat dihubungi Tempo, Kamis, 26 Maret 2020. 

Selain itu, Polda Metro Jaya juga rajin melakukan penyemprotan disinfektan di ruang sel tahanan, pemeriksaan kesehatan, penerapan social distancing, olahraga, tahanan dijemur waktu pagi, pengecekan suhu tubuh, hingga kerja bakti membersihkan seluruh sel, dan lingkungan rutan. 

"Sampai saat ini kondisi kesehatan semua tahanan Polda Metro dan anggota kami, Alhamdulillah sehat. Belum ada yang terpapar virus tersebut," kata Barnabas. 

Seperti diketahui, jumlah masyarakat yang terinfeksi virus Corona terus meningkat sejak kasus pertamanya diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Hingga hari ini, virus asal Wuhan, Cina itu telah menelan korban jiwa hingga 58 orang atau 7 persen dari 790 orang yang terinfeksi.

"Dirawat 701 orang dan yang sembuh 31 orang atau 4 persen dari yang terinfeksi," bunyi pengumuman di corona.jakarta.go.id pagi ini.

Meningkatnya jumlah pasien yang terpapar virus Corona itu membuat beberapa rumah sakit kewalahan dan tak bisa menampung pasien. Sehingga pemerintah pusat memutuskan memakai Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat. 

M JULNIS FIRMANSYAH 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT