Moeldoko: Tenaga Medis Meninggal karena Tangani Corona Pahlawan
TEMPO.CO | 23/03/2020 19:25
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat mem
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa enam orang tenaga medis yang meninggal karena positif Corona atau Covid-19 layak diganjar sebagai pahlawan kemanusiaan.

“Di tengah keterbatasan yang kita miliki mereka bekerja tak kenal lelah,” kata Moeldoko dalam siaran tertulisnya, Senin, 23 Maret 2020.

Moeldoko mengatakan, pemerintah akan memberikan santunan bagi tenaga medis yang meninggal di daerah tanggap darurat sebesar Rp 300 juta. Selain itu, pemerintah memberikan insentif untuk para tenaga medis yang berjuang menangani pandemi Corona ini. 

Adapun besaran insentif yang akan diberikan kepada para tenaga medis, yaitu untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp 10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp 7,5 juta serta tenaga medis lainnya sebesar Rp 5 juta. 

Moeldoko pun meminta kepada seluruh warga untuk mematuhi seluruh aturan terkait penanganan Covid-19. "Jika bisa bekerja dari rumah mari lakukan itu. Jangan berkumpul dulu untuk sesuatu yang tidak penting," kata dia.

Moeldoko menjelaskan, pemerintah telah mengupayakan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kesehatan lainnya. Peralatan tersebut akan disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia disesuaikan dengan kasus positif yang berada di daerah terkait.

Sejumlah tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 bertumbangan. Dalam catatan Ikatan Dokter Indonesia, ada enam dokter anggota IDI yang meninggal selama situasi pandemi Corona ini. Lima di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, satu perawat RSCM dilaporkan meninggal karena positif Corona.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT