Pandemi Corona, Bupati Banyuwangi: Jangan Anggap Remeh
TEMPO.CO | 22/03/2020 18:48
Sejumlah pengunjung yang akan menaiki lift mengantre di belakang garis batas tiap pengguna di Sun Plaza Medan, Sumatera Utara, Jumat, 20 Maret 2020. Pihak mal tersebut memberlakukan disiplin saling menjaga jarak atau 'social distancing measures' bagi para
Sejumlah pengunjung yang akan menaiki lift mengantre di belakang garis batas tiap pengguna di Sun Plaza Medan, Sumatera Utara, Jumat, 20 Maret 2020. Pihak mal tersebut memberlakukan disiplin saling menjaga jarak atau 'social distancing measures' bagi para pengunjung sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA

TEMPO.CO, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak seluruh kepala desa dan lurah turut mengambil langkah pencegahan virus Corona atau Covid-19. Anas ingin memastikan pembatasan interaksi sosial atau social distancing dan gaya hidup sehat dilakukan sampai ke level paling bawah.

Hal tersebut disampaikan Anas saat menggelar rapat daring dalam dua gelombang bersama seluruh kades dan lurah se-Banyuwangi yang mengepalai 217 desa/kelurahan. Koordinasi itu juga melibatkan Dinas Kesehatan dan jajaran asisten pemerintah daerah.

”Upaya mencegah Covid-19 adalah kerja bersama. Terutama kita harus memastikan warga mematuhi protokol pencegahan,” ujar Anas, Ahad, 22 Maret 2020.

Protokol pencegahan itu, antara lain selalu menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih, seperti cuci tangan pakai sabun, konsumsi gizi seimbang dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal, olahraga teratur, istirahat cukup serta selalu berpikir positif.

Anas pun meminta kepala desa dan lurah agar aktif menjalin koordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan, terutama untuk melaporkan status orang dalam pemantauan, yaitu warga Banyuwangi yang baru pulang dari luar negeri. Upaya pencegahan dimintanya menjadi perhatian pada kades dan lurah.

“Presiden sudah berpesan jangan menganggap remeh. Negara Italia saja kelimpungan, Arab Saudi sampai menutup kegiatan umroh dan menutup begitu banyak masjid. Maka kita juga harus waspada dan melakukan upaya menekan penyebaran virus ini bersama,” kata Anas.

Anas memberikan gambaran mengapa social distancing perlu dilakukan hingga level grass root. Ini mengingat perkembangan virus di Indonesia yang telah menyebar ke sejumlah daerah.

“Dan itu harus disosialisasikan dan dilakukan hingga level terbawah di masyarakat. Silakan bapak dan ibu Kades serta lurah menyosialisasikan dengan cara masing-masing sesuai karakteristik wilayahnya,” kata Anas.

Anas juga meminta kades membatasi kegiatan di wilayahnya yang bisa mendatangkan kerumunan orang. "Misalnya aktivitas keagamaan yang sifatnya akbar, tolong ditunda dulu. Pahamkan masyarakat betapa pentingnya melakukan pembatasan sosial ini agar virus tidak menyebar. Perkumpulan di kampung, kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, semuanya tolong ditunda,” kata dia 

Hal-hal tersebut Anas minta agar dikoordinasikan sampai ke tingkat RT dan RW. “Aktifkan peran RT dan RW tentang pentingnya pembatasan jarak sosial dan upaya pencegahan lainnya. Dengan upaya ini, kita bisa berharap risiko penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” ujarnya.

Terkait penggunaan dana desa untuk menangani masalah ini, Anas mendukung langkah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. ”Bisa digunakan untuk menggenjot pencegahan. Silakan alokasinya diatur di musyawarah desa, yang penting gerak cepat. Selain itu, program padat karya tunai tetap perlu dilakukan untuk menggerakkan ekonomi desa, dengan tetap mematuhi protokol pencegahan corona,” kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT