Yusuf Mansur Dipanggil Polisi dalam Kasus Perumahan Fiktif
TEMPO.CO | 07/03/2020 08:38
Pendiri PayTren, Ustadz Yusuf Mansur dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia, di Gedung Tempo Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. TEMPO/Charisma Adristy
Pendiri PayTren, Ustadz Yusuf Mansur dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia, di Gedung Tempo Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. TEMPO/Charisma Adristy

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya memeriksa Yusuf Mansur sebagai saksi dalam pengembangan penyelidikan perkara penipuan perumahan berkedok syariah yang merugikan konsumen sedikitnya Rp 5 miliar.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sandi Nugroho di Surabaya pada Jumat 6 Maret 2020 mengatakan pemeriksaan dilakukan karena penyidik perlu memintai keterangan Yusuf Mansur karena namanya tertera dalam pemasaran perumahan oleh pengembang PT Cahaya Mentari Pratama.

"Ada dua laporan dalam perkara ini. Pertama perkara penipuannya. Kedua dugaan pencucian uang milik para konsumen," kata Sandi, kepada wartawan di Surabaya.

Sandi mengatakan, Yusuf Mansur diperiksa sebagai saksi. Dalam perkara ini pengembang PT Cahaya Mentari Pratama menjanjikan Perumahan "Multazam Islamic Residence" di lokasi Jalan Raya Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, yang dinyatakan siap huni pada awal tahun 2020.

"Sebagian besar konsumennya telah melunasi cicilan yang pembayarannya diangsur sejak tahun 2016. Namun kenyataannya lokasi perumahan yang dijanjikan sampai sekarang masih berupa rawa-rawa dan tanah kosong. Polisi memastikan seluruh lokasi yang dijanjikan tersebut milik orang lain," katanya.

Sebelumnya, para konsumen yang menjadi korbannya diinformasikan tidak hanya melaporkan perkara ini ke Polrestabes Surabaya, melainkan juga Kepolisian Resor Sidoarjo dan Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Dalam kasus itu, Polisi telah menetapkan Direktur Utama PT Cahaya Mentari Pratama berinisial MS sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu penipuan dan pencucian uang. "Untuk perkara penipuan sudah kami limpahkan ke kejaksaan," katanya.

Sementara itu, Yusuf Mansur mengatakan kedatangannya ke Polrestabes Surabaya hari ini sangat penting untuk membuktikan di hadapan penyidik bahwa dirinya tidak terlibat.

"Sesuai janji saya, kalau dipanggil polisi, sebagai warga negara yang baik harus datang. Ini juga pelajaran buat anak-anak saya, santri-santri kami dan keluarga. Ya, penuhi saja panggilan polisi, bismillah," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT