Soal Insentif Pariwisata, Luhut: Negara Lain Juga Kasih
TEMPO.CO | 29/02/2020 08:39
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia bukan negara satu-satunya yang mengucurkan stimulus pariwisata pasca-merebaknya virus Corona. Menurut dia, negara-negara lain yang terhantam dampak yang sama turut mengambil kebijakan serupa.

"Australia, Singapura, dan negara lain juga kasih insentif sehingga ekonomi tetap jalan," ujar Luhut di kantornya pada Jumat petang, 28 Februari 2020.

Menurut Luhut, pemerintah perlu memberikan stimulus untuk sektor pariwisata lantaran tingkat kunjungan turis pada triwulan I cukup tersungkur. Sejumlah negara mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada warganya untuk bepergian sehingga wisatawan menunda perjalanan.

Wisatawan dari Cina juga tak bisa masuk ke Indonesia untuk sementara lantaran akses penerbangan ditutup. Padahal, Cina merupakan negara dengan porsi penumpang wisman terbesar di Indonesia setelah Malaysia.

Luhut berharap adanya stimulus ini akan mendorong tingkat kedatangan wisatawan dari negara lain serta mendukung pergerakan turis domestik. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata tidak terancam lesu.

Pemerintah sebelumnya telah menganggarkan insentif sebesar Rp 298,5 miliar untuk sektor pariwisata. Anggaran ini di antaranya akan dipakai untuk promosi wisata.

Selain itu, pemerintah akan memberi stimulus berupa pembebasan biaya pajak untuk hotel dan restoran di sepuluh daerah paling terdampak. Di antaranya Bali, Manado, Tanjung Pinang, Yogyakarta, Malang, Silangit, Batam, Tanjung Pandan, Labuan Bajo, dan Lombok.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT