Zikria Dzatil Penghina Tri Rismaharini Pulang ke Rumah
TEMPO.CO | 26/02/2020 21:12
Zikria Dzatil, terduga penghina Wali Kota Surabaya, tak kuasa menahan air matanya saat menceritakan perlakuan yang dia alami selama mendekam di sel Polrestabes Surabaya di Kediamannya, Mutiara Bogor Raya, Kota Bogor, Rabu 26 Februari 2020. TEMPO/M.A MURTA
Zikria Dzatil, terduga penghina Wali Kota Surabaya, tak kuasa menahan air matanya saat menceritakan perlakuan yang dia alami selama mendekam di sel Polrestabes Surabaya di Kediamannya, Mutiara Bogor Raya, Kota Bogor, Rabu 26 Februari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

TEMPO.CO, Bogor - Zikria Dzatil, terduga penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mendapat penangguhan penahanan dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Ia pun kini sudah pulang ke rumah di kawasan Bogor Timur. 

Kepada Tempo, ibu tiga anak ini tidak bisa menutupi rasa gembiranya. Ia pun bersyukur dan sangat bahagia bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Menurut Zikria, permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan polisi pada Senin, 17 Februari 2020. 

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur, penahanan saya ditangguhkan. Saya tetap wajib lapor dua minggu sekali," kata Zikria saat ditemui di kediamannya di Mutiara Bogor Raya, Bogor Timur, Rabu, 26 Februari 2020.

Selama menjalani masa penahanan, Zikria Dzatil mendapat banyak pelajaran. Ia menyatakan amat berterima kasih kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang telah memaafkan dan mencabut laporan.

Dia pun bersyukur selama menjalani proses hukum banyak kerabat dan teman yang mendukung dan memberikan nasihat. Zikria berpesan kepada masyarakat agar menjaga etika dan bersikap bijak saat berselancar di media sosial. 

"Cukup sampai saya. Jangan ada lagi Zikria-Zikria lainnya berhadapan dengan hukum. Berat dan harus terpisah dari keluarga," sebutnya.

Sebelumnya, polisi menangkap Zikria Dzatil karena diduga melakukan penghinaan kepada Wali Kota Tri Rismaharini di media sosial. Ia lantas menjalani masa penahanan di Surabaya sebelum akhirnya wali kota memaafkan tindakannya. 

M.A MURTADHO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT