Wakil Menteri Kesehatan Iran Positif Virus Corona
TEMPO.CO | 26/02/2020 07:40
Warga Iran memakai masker pelindung saat berjalan di sebuah jalan di Kota Teheran, Selasa 25 Februari 2020. Iran menjadi negara di luar Cina dengan jumlah kematian tertinggi akibat virus Corona atau COVID-19 per hari ini sejak virus itu mewabah Desember l
Warga Iran memakai masker pelindung saat berjalan di sebuah jalan di Kota Teheran, Selasa 25 Februari 2020. Iran menjadi negara di luar Cina dengan jumlah kematian tertinggi akibat virus Corona atau COVID-19 per hari ini sejak virus itu mewabah Desember lalu. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/Nazanin Tabatabaee/wsj.

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil menteri kesehatan dan anggota parlemen Iran dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau COVID-19 ketika Iran berjuang mengendalikan wabah yang telah memakan 16 korban jiwa sejauh ini.

Iran memiliki jumlah kematian virus Corona tertinggi di luar Cina, tempat virus itu muncul pada Desember dan 2.600 lebih orang telah meninggal.

"Tes Corona saya positif ... Saya tidak punya banyak harapan untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini," tulis Mahmoud Sadeghi, anggota parlemen dari Teheran, menulis di Twitter, dikutip dari Reuters, 26 Februari 2020.

Selain Mahmoud, Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi juga terinfeksi dengan mengunggah video di internet dan mengumumkan infeksinya yang ditampilkan di media pemerintah.

"Di antara mereka yang diduga suspek virus itu, 35 (kasus baru) telah dikonfirmasi dan dua meninggal karena infeksi virus Corona," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur. Dia mengatakan 95 orang telah terinfeksi di seluruh Iran.

Jahanpur menyebut jumlah korban 15 orang, tetapi kantor berita pemerintah kemudian mengatakan satu orang yang terinfeksi virus itu meninggal di Kota Saveh. Beberapa laporan yang belum dikonfirmasi memberikan angka kematian yang lebih tinggi.

Wabah di Iran bertepatan dengan meningkatnya tekanan AS terhadap Iran yang telah memukul ekonomi negara dengan keras. Pada 2018, Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Teheran dengan negara-negara dunia dan menerapkan kembali sanksi.

Banyak orang Iran terjun ke media sosial karena meragukan skala kasus virus Coron, dan menuduh pihak berwenang menyembunyikan fakta.

Kepala Medical Science University di kota suci Syiah Qom, Mohammad Reza Ghadir, menyatakan keprihatinan atas penyebaran orang-orang yang terinfeksi oleh virus di seluruh kota. Dia mengatakan Kementerian Kesehatan Iran telah melarang merilis angka yang terkait dengan virus Corona.

Sebuah video menunjukkan wakil menteri kesehatan Iran memberi pengarahan tentang virus Corona pada konferensi pers hari Senin, menurut Business Insider.

Pada Selasa dia mengumumkan bahwa ia telah dites positif terkena virus Corona, dan sebuah video benar-benar menunjukkan saat ia mulai menyadari gejalanya.

Iraj Harirchi berdiri di podium selama konferensi pers pada hari Senin untuk memberi pengarahan kepada media tentang keadaan wabah saat ini di negara Timur Tengah.

Pada satu titik, Harirchi mulai memperhatikan dirinya berkeringat, dan tampak terkejut. Dia kemudian mengambil saputangan dan mulai mengusap dahinya ketika Ali Rabiei, menteri koperasi, buruh dan kesejahteraan sosial, terus berbicara di sebelahnya.

Konferensi pers diselenggarakan untuk menghilangkan rumor bahwa Iran telah berbohong tentang skala wabah.

Para pejabat menolak klaim bahwa korban tewas jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan dan berusaha mengecilkan bahaya wabah. Sampai hari Selasa, para pejabat Iran mengatakan ada 95 kasus yang dikonfirmasi dan 15 kematian.

Pihak berwenang memerintahkan pembatalan konser dan pertandingan sepak bola secara nasional, termasuk penutupan sekolah dan universitas di banyak provinsi, dan mendesak warga Iran untuk tinggal di rumah.

Iran mengatakan pada hari Senin 900 kasus suspek virus Corona, menampik klaim anggota parlemen dari Qom yang mengatakan 50 orang telah tewas di kota itu,yang menjadi pusat penyebaran wabah virus Corona di Iran.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT