Pabrik Narkoba di Bandung Dibangun di Lahan Milik Pemkot
TEMPO.CO | 24/02/2020 19:23
Petugas berada di sebuah ruangan produksi narkoba saat penggerebekan rumah terduga pabrik narkoba di Cingised, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 23 Februari 2020. Polda Jabar bersama BNN Provinsi Jawa Barat menangkap 6 orang tersangka serta menyegel 4 rumah ya
Petugas berada di sebuah ruangan produksi narkoba saat penggerebekan rumah terduga pabrik narkoba di Cingised, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 23 Februari 2020. Polda Jabar bersama BNN Provinsi Jawa Barat menangkap 6 orang tersangka serta menyegel 4 rumah yang diduga menjadi tempat produksi 2 juta butir narkoba berbentuk pil dan 600 ribu paket yang akan dikirim. ANTARA

TEMPO.CO, Bandung - Pabrik narkoba yang digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jalan Cingised, Komplek Pemda, Arcamanik, Kota Bandung, tercatat dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota Bandung.

Lahan seluas kurang lebih 200 meter persegi tersebut merupakan tanah yang disewakan oleh Pemkot Bandung. Namun, belum diketahui siapa penyewa lahan yang kini dijadikan tempat produksi narkotika golongan I ini.

Seorang warga yang tinggal di samping pabrik narkoba tersebut mengatakan, bangunan tersebut sudah berdiri sejak ia tinggal pada 2018. Ia memperkirakan, bangunan pabrik narkoba itu sudah dibangun dua-tiga tahun yang lalu.

"Lahannya sama dengan rumah saya mengontrak ke Pemkot Bandung. Tapi, enggak tahu sejak kapan," ujar warga tersebut yang enggan disebutkan namanya kepada Tempo, Senin, 24 Februari 2020.

Berdasarkan pantauan Tempo, rumah tersebut berada di sebuah komplek yang belum terlalu padat. Di sisi kanannya masih terdapat lahan-lahan kosong. Adapun, pabrik narkoba tersebut berada di empat bangunan rumah yang satu sama lain saling terhubung.

Salah satu bangunan rumah tersebut dibangun sebuah cafe dengan nama Lumbung Kopi. Banyak warga yang tidak mengetahui aktivitas penghuni rumah tersebut. Namun, seorang warga mengatakan, apabila malam hari, rumah tersebut selalu mengeluarkan suara musik yang cukup keras.

Di dalam rumah tersebut terdapat dua ruangan yang digunakan untuk memproduksi tablet-tablet narkotika golongan I. Di dalam dua ruangan tersebut terdapat dua mesin cetak tablet berukuran besar.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengakui lahan yang dibangun pabrik narkoba itu ialah aset Pemkot Bandung. Namun, ia menolak bahwa Pemkot Bandung ada keterkaitan dengan bisnis narkoba di rumah tersebut.

"Aset Pemkot Bandung yang disewakan kepada masyarakat sebagai hunian itu hal terpisah tersendiri. Kebijakannya memang aset yang disewakan itu untuk hunian,” ucap Oded melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo.

BNN membongkar pabrik narkoba ini pada Ahad, 23 Februari 2020. Produsen narkoba tersebut diketahui telah beroperasi sekitar 1 tahun.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, produsen narkotika ini memproduksi pil yang mengandung bahan carisoprodol. Dalam sehari produsen ini bisa memproduksi 4 ribu pil.

"Barang bukti yang kita dapatkan dari rumah ini terdapat paket yang siap edar  kurang lebih 3 juta butir yang sudah dipaket," ujar Arman saat menggelar konferensi pers di tempat kejadian perkara, Senin, 24 Februari 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT