BTN Raih Rp 4,56 Triliun Kredit Baru di IPEX 2020
TEMPO.CO | 24/02/2020 04:17
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center, Jumat 21 Februari 2020. Kementerian Keuangan memutuskan untuk menambah sasaran pemberian subsidi bunga perumahan untuk masyarakat berpenghasil
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center, Jumat 21 Februari 2020. Kementerian Keuangan memutuskan untuk menambah sasaran pemberian subsidi bunga perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 224 ribu rumah. Keputusan ini merupakan salah satu stimulus belanja negara untuk memperkuat perekonomian domestik. Tempo/Tony Hartawan

Tempo.Co, Jakarta - Indonesia Property Expo resmi berakhir hari ini, Minggu, 23 Februari 2020. Selama sembilan hari pelaksanaan pameran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih potensi kredit baru senilai Rp 4,56 triliun, melampaui target perusahaan sebesar Rp 3 triliun.

“Kami sangat bersyukur karena awal tahun ini, stimulus yang diberikan Pemerintah terhadap sektor properti mulai dirasakan," kata kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury, dalam keterangan resmi, Minggu, 23 Februari 2020.

Menurut Pahala, beberapa stimulus seperti penurunan suku bunga acuan hingga pelonggaran Loan To Value atau LTV telah membuat uang muka KPR (Kredit Perumahan Rakyat) makin terjangkau. "Ini berhasil memacu penjualan rumah tahun ini,” kata Pahala.

Adapun angka Rp 4,56 triliun merupakan nilai izin prinsip KPR ataupun Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) yang dicapai dengan jumlah 7.688 unit. Meski demikian, angka ini hanya naik tipis dari tahun lalu yang mencapai Rp 4,54 triliun.

Mayoritas dari izin prinsip ini mengalir ke segmen KPR atau KPA non-subsidi dengan jumlah Rp 3,51 triliun atau setara 4.360 unit hunian. Sementara Rp 421 miliar atau sebanyak 2.585 unit hunian pada KPR atau KPA subsidi.

Terakhir, unit usaha syariah BTN berhasil meluluskan ijin prinsip KPR atau KPA Syariah untuk 723 unit hunian. Jumlahnya mencapai kurang lebih Rp 635 Miliar, untuk unit subsidi maupun non-subsidi.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT