Sandiaga Uno Mengaku Sering Beri Masukan ke Erick Thohir
TEMPO.CO | 22/02/2020 17:58
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Indonesia Millenial Summit di Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020. TEMPO/Fajar Pebrianto
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Indonesia Millenial Summit di Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020. TEMPO/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Sandiaga Uno mengaku kerap memberikan sejumlah masukan kepada Menteri BUMN Erick Thohir terkait sejumlah perusahaan plat merah yang bermasalah. "Saya selalu memberikan masukan kepada Pak Erick, sahabat saya," kata Sandiaga saat ditemui di Rumah Siap Kerja, Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.

Sandiaga mengatakan, masukan tersebut tak secara detail mengenai BUMN tertentu. Namun, ia sepakat dengan keputusan Erick yang akan merestrukturisasi BUMN bermasalah.

"Kalau BUMN itu hidup segan mati tak mau dan akhirnya membebani. Karena ini kan uang rakyat. Kalau akhirnya sekarat dan harus disuntik enggak sembuh-sembuh, mungkin perlu dipikirkan cara lain melalui merger, melalui revitalisasi atau hal hal lain yang mesti diambil segera. Karena BUMN benteng perekonomian Indonesia," katanya.

BUMN, menurut Sandiaga, merupakan katalis untuk membuka perekonomian lapangan kerja. Namun, jika BUMN itu tidak bisa menjadi penyangga ekonomi rakyat, maka Sandiaga setuju dengan langkah Erick Thohir yang akan mengkaji sejumlah nasib BUMN. "Dan hasil kajian itu temuannya segera dieksekusi sehingga tidak berlarut-larut," ujarnya.

Di awal periode kepemimpinannya, Erick melakukan perombakan dan bongkar pasang pejabat di tubuh perusahaan milik pemerintah. Sejumlah tokoh ngetop pun ditunjuk untuk menempati posisi-posisi petinggi di BUMN.

Misalnya saja pada awal periode, Erick langsung mengangkat bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Penunjukan itu sempat menuai pro kontra di masyarakat.

Selain Ahok, tokoh yang juga didaulat menempati kursi bos BUMN adalah bekas Komisioner Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau KPK, Chandra Hamzah untuk menduduki jabatan Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Erick juga merampingkan organisasi di kementeriannya dengan mencopot deputi-deputinya dan menugaskan mereka ke BUMN.

FRISKI RIANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT