Eks Pimpinan Heran Penghentian Penyelidikan Dipresentasikan KPK
TEMPO.CO | 22/02/2020 00:35
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata dan Pelaksana Tugas Juru Bicara Ali Fikri memimpin konferensi pers pada Jumat, 21 Februari 2020. TEMPO/Andita Rahma
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata dan Pelaksana Tugas Juru Bicara Ali Fikri memimpin konferensi pers pada Jumat, 21 Februari 2020. TEMPO/Andita Rahma

Jakarta-Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan tak pernah mempresentasikan jumlah penghentian penyelidikan semasa menjabat. Pria yang akrab dipanggil BW itu menganggap penghentian penyelidikan bukanlah prestasi.

"Istilah penghentian penyelidikan nyaris tidak pernah digunakan oleh pimpinan KPK periode sebelumnya di dalam banyak presentasi atau laporan, karena itu bukan prestasi yang perlu dibanggakan," kata BW lewat keterangan tertulis, Jumat, 21 Februari 2020.

Karena itu, BW menganggap seharusnya pimpinan KPK Firli Bahuri cs tak perlu memasukan jumlah kasus yang dihentikan penyelidikannya ke dalam presentasi. Dia bilang tindakan itu bisa dianggap mencari sensasi yang tak perlu.

Lagi pula, kata dia, istilah penghentian penyidikan tak dikenal dalam hukum acara pidana. Penghentian penyelidikan, kata dia, juga tidak diatur dalam Undang-Undang KPK. "Penggunaan istilah penghentian penyelidikan di presentasi Ketua KPK menjadi tak perlu," kata dia.

Sebelumnya, pimpinan KPK diketahui menghentikan penyelidikan 36 kasus dugaan korupsi. KPK menyatakan penghentian kasus dihentikan karena tidak ditemukan cukup bukti atau tidak tergolong kasus korupsi. Kasus tersebut meliputi dugaan korupsi yang dilakukan aparat hukum hingga DPR.

Penghentian penyelidikan ini awalnya diketahui dari presentasi berjudul Arah Kebijakan Umum KPK 2020. Dokumen tersebut berisi mengenai visi-misi KPK, sasaran strategis dan program hingga jumlah uang negara yang telah diselamatkan KPK selama Firli dkk menjabat.

Dokumen tersebut dipaparkan oleh pimpinan KPK di acara komunikasi internal yang dihadiri pegawai KPK pada 20 Februari 2020. Yang membuat BW heran paparan itu juga memasukan jumlah kasus yang telah dihentikan penyelidikannya.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan penghentian penyelidikan adalah hak lumrah yang juga dilakukan oleh pimpinan sebelumnya. Hanya saja, tak diumumkan. Dia mengatakan pimpinan KPK sekarang menimbang mengumumkan jumlah kasus yang dihentikan untuk transparansi.

"Baru pertama kali saya kira pengumuman penghentian penyelidikan ini. Kami juga tidak menyangka kemudian menjadi heboh luar biasa seperti ini seolah ini musim gugur korupsi," kata Alex.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT