Saut Situmorang Gagas Komunitas Rumah Bhinneka
TEMPO.CO | 21/02/2020 23:07
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kedua kiri), Penyidik Senior Novel Baswedan (kedua kanan), Ketua Wadah Pegawai Yudi Purnomo (kiri), dan Penasihat KPK Sarwono Sutikno (kanan) menyalakan kembali layar penghitung waktu peristiwa penyiraman air keras terhada
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kedua kiri), Penyidik Senior Novel Baswedan (kedua kanan), Ketua Wadah Pegawai Yudi Purnomo (kiri), dan Penasihat KPK Sarwono Sutikno (kanan) menyalakan kembali layar penghitung waktu peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, di Lobi Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang menggagas Rumah Kebhinnekaan. Saut mengatakan Rumah Bhinneka ialah komunitas untuk menggabungkan ide-ide mengenai Pancasila dan kebangsaan.

"Saya ingin mencoba medan tempur baru, yaitu kebangsaan," kata Saut saat peluncuran komunitas ini, di rumahnya, Jakarta, Kamis malam, 20 Februari 2020.

Saut mendirikan Rumah Bhinneka di kediamannya di Jalan Bhineka, Cawang, Jakarta Timur. Dia menolak komunitas ini disebut organisasi. Dia mengatakan komunitas ini merupakan tempat untuk berdiskusi mengenai Pancasila dan keadilan.

Menurut dia, tujuan komunitas ini ialah menyebarkan ide mengenai Pancasila dan keadilan. Ide antikorupsi, kata dia, jadi salah satu yang ingin disebarkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Saut mengatakan Rumah Bhinneka akan ambil bagian dalam acara konser kebangsaan pada 1 Juni 2020. Konser itu akan menggandeng grup band Slank dan musisi Addie MS. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Majelis Permusyawarahan Rakyat juga akan diajak bekerja sama.

Hadir dalam peluncuran ini Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo dan anggota band Slank, Ivan Kurniawan. Benny dalam sambutannya mengatakan selaiknya Rumah Bhinneka tak punya struktur.

Ia mengibaratkan Rumah Bhinneka seperti 'Partai Meja Makan'. Di meja makan, kata dia, semua orang setara. Kesetaraan itu diharapkan bisa memunculkan diskusi tentang Pancasila dengan suasana yang lebih rileks.

"Rumah Bhinneka itu seperti partai meja makan, MPR ke sini mari makan bersama, KPK ke sini mari makan bersama, orang muda ke sini mari makan bersama, tidak ada strukturnya," kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT