Bahas Nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Luhut Ajak Menhub Rapat
TEMPO.CO | 21/02/2020 11:59
Bahas Nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Luhut Ajak Menhub Rapat
Suasana proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung saat ditinjau oleh Presiden Joko Widodo di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Presiden menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat kerja terkait kelanjutan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, pada Jumat, 21 Februari 2020. Rapat ini merupakan persamuhan lanjutan dari pertemuan yang digelar pada 31 Januari 2020 lalu.

Dalam agenda resmi Luhut, rapat tersebut digelar pukul 10.00 WIB di kantornya, Jakarta Pusat. Berdasarkan pantauan Tempo, rapat ini turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Budi Karya tiba di kantor Luhut pukul 10.05 WIB.

Budi Karya tampak didampingi oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri. Sebelum Budi Karya, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-Cina atau KCIC Chandra Dwiputra datang lebih dulu. Hadir pula Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian.

Sebelumnya Chandra melaporkan kepada Luhut bahwa proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih terganjal pembebasan lahan. Saat ini, pembebasan lahan tersebut baru mencapai 99,95 persen.  "Sisa sedikit sekali. Harapannya Februari sudah selesai semua," ujar Chandra seusai menghadiri rapat pada 31 Januari 2020. 

Upaya pembebasan lahan untuk proyek kereta cepat ini memakan waktu cukup lama. Terhitung tiga bulan dari November 2019, KCIC baru berhasil membebaskan lahan 0,5 persen yang melingkupi 60 bidang.

Chandra mengatakan, pembebasan tanah ini terhalang masalah kepemilikan yang kompleks. Menurut dia, pemerintah bersama perusahaan perlu melakukan beberapa kali pengecekan luas lahan lantaran jumlahnya berubah-ubah. Nama pemilik lahan pun diakui tak tetap. 

KCIC menargetkan kereta cepat Jakarta-Bandung akan beroperasi pada 2021. Saat ini, proses pembangunan fisik telah mencapai 42 persen. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyatakan pembangunan fisik ini meliputi pembuatan jalur rel kereta hingga stasiun. 

Di jalur rel kereta cepat, KCIC nantinya akan membangun sebelas terowongan. "Dari 11 itu, kami baru selesaikan satu terowongan," tuturnya. 

Setelah beroperasi, kereta cepat akan mengangkut penumpang dari Jakarta menuju Bandung sejauh 142,3 kilometer. Waktu tempuh perjalanan dengan mode transportasi ini dapat ditempuh hanya dalam tempo 46 menit. 

Saat ini terdapat empat stasiun yang direncanakan bakal menyokong jalur kereta cepat. Keempatnya adalah Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini, dan Stasiun Tegalluar. 



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT