Jakpro Kaji Produksi Sampah Jakarta Setelah Ibu Kota Dipindahkan
TEMPO.CO | 20/02/2020 09:33
Petugas kebersihan menggunakan alat berat untuk mengangkut sampah yang ada di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Sampah ini merupakan kiriman dari hulu dikarenakan curah hujan yang tinggi di Bogor. TEMPO/Muhammad Hidayat
Petugas kebersihan menggunakan alat berat untuk mengangkut sampah yang ada di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Sampah ini merupakan kiriman dari hulu dikarenakan curah hujan yang tinggi di Bogor. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jakarta Propertindo menyatakan sedang mengkaji volume sampah yang diproduksi warga DKI, jika rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, terwujud. Menurut Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Hanief Arie Setianto, produksi sampah di Jakarta, diperkirakan tidak bakal berkurang.

"Menurut kami jumlahnya tidak akan berkurang. Sebab, Jakarta bakal menjadi pusat bisnis dan ekonomi di Indonesia," kata Hanief di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat. "Kegiatan ekonomi menyumbang peningkatan sampah."

Hanif menuturkan setiap hari DKI memproduksi sampah 7.702 ton, yang dibuang ke Tempat Penampungan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi. Pemerintah, kata dia, saat ini sedang berupaya membangun empat Intermediate Treatment Facility (ITF) untuk mengolah sampah.

Satu ITF akan segera dibangun di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Sedangkan tiga lainnya sedang disusun pre feasibility study atau pra studi kelayakannya. Penyusunan Pre FS tiga ITF diperkirakan bakal selesai pada April 2020.

Dalam pre FS yang dibuat Jakpro tersebut, pihaknya turut mengkaji produksi sampah jika rencana pemindahan ibu kota terealisasi. "Setiap tahun lebih dari 350 ribu ton sampah Jakarta dikirim ke Bantargebang, itu juga kami kaji," ujarnya.

Ia menuturkan rencana pembuatan tiga ITF lainnya telah tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI nomor 65 tahun 2019 tentang penugasan kepada Jakpro dalam penyelenggaraan fasilitas pengelolaan sampah antara di dalam kota atau ITF.

Proyek ITF ini bertujuan mereduksi sampah hingga 80 persen yang masuk ke Bantargebang. Dalam pembuatan pra studi kelayakan tiga ITF yang rencananya bakal didirikan di Jakarta Barat dan Timur itu, Jakpro berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi bersama konsultan global.

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT