Lawan Dampak Virus Corona, Sri Mulyani Keluarkan Uang Lebih Cepat
TEMPO.CO | 20/02/2020 06:46
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan konferensi pers seusai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Februari
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan konferensi pers seusai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyiapkan enam kebijakan stimulus belanja untuk memperkuat perekonomian nasional di 2020. Keenam kebijakan ini diambil untuk menghadapi ketidakpastian baru di awal tahun, yaitu virus corona.

 

Pertama, Sri Mulyani mempercepat pencairan belanja bantuan sosial. Salah satunya uang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional atau PBI JKN pada BPJS Kesehatan.

 

“Untuk Februari, Maret, dan April, akan dicairkan pada Februari sebesar Rp 12 triliun,” kata dia dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.

 

Kedua, mempercepat pencairan belanja modal. Salah satunya lewat percepatan pelaksanaan tender di kementerian. Untuk itu, sampai 31 Januari 2020, outstanding kontrak sudah di kementerian sudah mencapai 51,5 kontrak, lebih tinggi dari tahun yang hanya 32,1 kontrak.

 

Ketiga, transfer ke daerah dan dana desa. Sri Mulyani ingin pelaksanaan kegiatan dana desa dipercepat. Salah satunya untuk kegiatan produktif yang menyerap banyak tenaga kerja di desa.

 

Keempat, menambah manfaat kartu sembako bagi 40 persen masyarakat penghasilan paling rendah. Kebutuhan anggarannya mencapai Rp 3,8 triliun. Lalu, subsidi bunga perumahan juga ditambah sekitar 224 ribu unit dengan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun.

 

Kelima, insentif sektor pariwisata. Sri Mulyani berjanji akan memberi insentif bagi travel agent yang bisa membawa turis asing ke Indonesia. Sebab, saat ini Indonesia kehilangan potensi 2 juta turis Cina per tahun. Sebab, penerbangan Cina-Indonesia ditutup sementara akibat virus corona. “Saya sedang finalisasi,” kata dia.

 

Terakhir, Sri Mulyani mendorong digitalisasi pelatihan berbasis demand pada pengguna kartu pra kerja. Kemudian, melengkapi dan memperkaya program pelatihan yang ada, untuk keperluan skilling dan re-skilling.

 

FAJAR PEBRIANTO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT