Wakil Ketua DPRD: Titik Banjir Era Anies Baswedan Lebih Sedikit
TEMPO.CO | 18/02/2020 06:37
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jakarta, Muhammad Taufik. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jakarta, Muhammad Taufik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyebut titik banjir yang melanda Ibu Kota ketika Gubernur DKI Anies Baswedan memimpin lebih sedikit ketimbang era mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut Taufik, data itu juga datang dari suatu survei yang diperolehnya.

"RW yang kena musibah banjir jauh lebih sedikit ketimbang yang lalu. Gimana mau pegang sama (data) yang mana?," kata Taufik di lantai 10 Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2020.

Taufik tak menyebut penanganan banjir di kepemimpinan Anies lebih baik ketimbang Ahok. Hanya saja, dia mengatakan, dirinya mengacu pada data survei yang dikantonginya. Dia tak merinci asal survei dan jumlah titik RW yang dimaksud.

"Data yang saya punya RW-nya lebih sedikit, titik banjirnya lebih sedikit," ucap politikus Gerindra ini.

Taufik tak mempersoalkan lembaga survei, Indo Barometer, yang telah menghimpun data soal banjir Jakarta. Indo Barometer lalu membandingkan kesuksesan tiga gubernur DKI dalam menangani banjir.

Indo Barometer menjabarkan, publik nasional menganggap Ahok paling berhasil mengatasi masalah banjir. Persentasenya mencapai 42 persen. Kemudian di posisi kedua ditempati oleh mantan Gubernur DKI Joko Widodo dengan tingkat keberhasilan 25 persen. Barulah Gubernur Anies Baswedan duduk di posisi terakhir yang meraup 4,1 persen.

Tak hanya itu, Anies juga mendapat rapor merah soal mengatasi kemacetan. Lagi-lagi Gubernur Jakarta yang dianggap paling berhasil mengatasi kemacetan adalah Ahok yang meraup 35,3 persen dan disusul Joko Widodo sebesar 25,3 persen. Sementara persentase Anies menukik tajam, yakni 8,3 persen.

Survei Indo Barometer ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan tak lama setelah Jakarta dilanda banjir pada awal Januari lalu. Hujan ekstrim yang mengguyur Jakarta sejak malam tahun baru membuat beberapa kawasan terendam. Hal ini diperparah dengan datangnya air dari Bogor.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT