Survei: Dalam Mengatasi Kemacetan, Anies Baswedan Kalah dari Ahok
TEMPO.CO | 17/02/2020 07:15
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melambaikan tangan saat meninjau JPO Gelora Bung Karno di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melambaikan tangan saat meninjau JPO Gelora Bung Karno di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap belum berhasil mengatasi kemacetan di Ibu Kota. Dalam sigi Indo Barometer, Anies Baswedan hanya mendapatkan angka 8,3 persen untuk tingkat keberhasilan mengatasi kemacetan di Jakarta.

Sebelumnya, Anies Baswedan pernah menyebut bahwa kemacetan di Jakarta kini telah turun dari peringkat 4 menjadi peringkat ke 7 kota termacet di dunia.

"Alhamdulillah Jakarta turun tingkat kemacetannya. Insya Allah keluar dari 10 besar," ujar Anies pada 4 November 2019.

Anies juga membanggakan tentang naiknya jumlah penumpang angkutan publik selama ia memimpin. Pada 2017, kata dia ada 340 ribu orang per hari yang menggunakan angkutan publik. Terakhir, Transjakarta mencatat jumlah penumpang mereka telah mencapai 1 juta lebih penumpang per hari. Angka ini disumbang dari naiknya jumlah penumpang dari angkutan kota Jak Lingko yang digagas Anies.

Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Aditia Noviansyah

Adapun Gubernur Jakarta yang dianggap paling berhasil mengatasi kemacetan adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang meraup 35,3 persen, dan disusul Joko Widodo sebesar 25,3 persen.

Bukan hanya dalam soal kemacetan, rapor Anies untuk mengatasi banjir juga masih lebih rendah dibanding dua gubernur sebelumnya itu.

"Menurut publik nasional, untuk masalah banjir, gubernur Jakarta yang dianggap paling berhasil adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (42 persen), disusul Joko Widodo (25 persen), dan Anies Baswedan (4,1 persen)," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari saat memaparkan hasil surveinya di Hotel Atlet Century, Senayan pada Ahad, 16 Februari 2020.

Survei Indo Barometer ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan tak lama setelah Jakarta dilanda banjir pada awal Januari lalu. Hujan ekstrim yang mengguyur Jakarta sejak malam tahun baru membuat beberapa kawasan terendam. Hal ini diperparah dengan datangnya air dari Bogor.

Namun Anies menyebut banjir awal 2020 tak separah banjir pada 2013 di era Jokowi dan 2017 saat Ahok memimpin Jakarta. "Kantor tutup tidak ada, mall tutup tidak ada, Bundaran HI ketutup tidak ada. Itu semua tidak ada," kata Anies pada 9 Januari 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT