Pasca-Longsor, Jasa Marga Pastikan Tol Cipularang Aman Dilalui
TEMPO.CO | 16/02/2020 18:18
Material tanah menjebol dan merusak sebuah rumah di Kampung Tegallaja, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu, 12 Februari 2020. Tanah bergerak yang memicu longsor di tebing ruas tol Cipularang Km 118 menimbun sawah, merusak 10 ruma
Material tanah menjebol dan merusak sebuah rumah di Kampung Tegallaja, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu, 12 Februari 2020. Tanah bergerak yang memicu longsor di tebing ruas tol Cipularang Km 118 menimbun sawah, merusak 10 rumah, dan mengancam 70 rumah lainnya. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan area jalan Tol Cipularang aman untuk dilalui pengguna jalan meski baru mengalami longsor. 

"Area Jalan Tol Cipularang di sekitar lokasi tersebut masih aman dan lancar untuk dilalui oleh pengguna jalan. Kondisi saat ini pada lokasi longsor KM 118+600 Arah Jakarta, telah dilakukan pemasangan dolken/cerucuk dan sandbag," tulis akun Twitter resmi Jasa Marga, Ahad, 16 Februari 2020.

Sebelumnya longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Bandung Barat, berdampak pada ruang milik jalan Jalan Tol Cipularang yang terletak sekitar 8 meter dari lokasi longsor, tepatnya di Km 118+600 arah Jakarta. General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Pratomo Bimawan Putra mengatakan, telah dilakukan pengujian sondir pada area longsoran untuk mengetahui karakteristik tanah.

Selanjutnya, kata dia, direncanakan untuk menangani lereng dengan melakukan perkuatan dengan boredpile dan retaining wall untuk menstabilkan kondisi lereng, serta melakukan penataan saluran air dan perbaikan saluran irigasi.

Selain itu, penanganan longsor juga dilakukan secara komprehensif dengan mengantisipasi genangan yang tepatnya berada 8 meter dari Rumija KM 118+600 Arah Bandung.

Jasa Marga Cabang Purbaleunyi selaku pengelola Jalan Tol Cipularang menangani genangan dengan menggunakan lima pompa dengan kapasitas total 450 liter/detik. Adapun pembersihan material lumpur untuk normalisasi saluran dilakukan dengan mengoperasikan tiga  excavator untuk pembersihan sedimentasi yang menghambat saluran gorong-gorong.

Jasa Marga serta menyiagakan petugas untuk melakukan pengawasan di lokasi sekitar. Sementara untuk rencana perbaikan jangka panjang akan dilakukan penataan pada saluran drainase tersebut.

Bimawan mengatakan Jasa Marga bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, dibantu Ditjen Bina Marga dan BBWS Citarum Kementerian PUPR serta Tim Ahli telah menyusun rencana penanganan baik untuk penanganan sementara, maupun untuk penanganan permanen.

“Di antaranya adalah pengujian tanah, pemasangan boredpile, hingga penyediaan sheetpile baja dan alat pancangnya sebagai alternatif penanganan jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.

Jasa Marga Cabang Purbaleunyi memastikan selama pelaksanaan penanganan area longsor, dua lajur untuk kedua arah baik arah Jakarta maupun arah Bandung dapat dilintasi secara normal. "Operasional jalan tol tetap berjalan secara normal, selama proses penanganan dampak longsor," kata Bimawan.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT