Komnas HAM: Eks ISIS Berhak Meminta Status Warga Negara
TEMPO.CO | 14/02/2020 07:42
Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. Wacana pemulangan sekitar 660 orang WNI eks ISIS mencuat setelah disinggung Menteri Ag
Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. Wacana pemulangan sekitar 660 orang WNI eks ISIS mencuat setelah disinggung Menteri Agama Fachrul Razi. ANTARA/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Amiruddin Al Rahab mengatakan mantan anggota ISIS berhak melepas status kewarganegaraan dan berhak mengajukan kewarganegaraan ke negara tertentu.

"Kalau ada orang yang gabung dengan kumpulan ISIS itu ingin bergabung dengan negara tertentu, silakan dia ajukan secara individual. Pertanyaannya dia memenuhi syarat atau tidak?" ucap Amir kepada Tempo di kawasan Margonda, Kota Depok, pada Kamis, 13 Februari 2020.

Dia mencontohkan Shamima Begum, mantan Warga Negara Inggris yang meminta kembali kewarganegaraannya.

Shamima Begum.[Evening Standard]

Gadis berusia 20 tahun tersebut satu dari tiga gadis yang pergi dari London, Inggris, untuk bergabung dengan ISIS di Suriah pada Februari 2015.

Keturunan Inggris-Bangladesh tersebut tengah bersidang di pengadilan Inggris untuk mengembalikan status warga negaranya.

Baik Pemerintah Inggris maupun Bangladesh tak mengakui Shamima Begum yang pernah bergabung dengan ISIS sebagai warga negara mereka.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT