11 Upaya PT Angkasa Pura II Tangkal Virus Corona Masuk ke Indonesia
TEMPO.CO | 09/02/2020 17:21
Upaya pencegahan terus dilakukan hingga kini di 19 bandara bandara PT Angkasa Pura II.
Upaya pencegahan terus dilakukan hingga kini di 19 bandara bandara PT Angkasa Pura II.

INFO NASIONAL - Seluruh bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) siap mencegah penyebaran virus Corona ke Indonesia. Upaya pencegahan terus dilakukan hingga kini di 19 bandara-bandara PT Angkasa Pura II.

President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan memiliki program antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona serta siap dengan berbagai skenario.

Langkah antisipatif mencegah masuknya virus Corona sudah dijalankan PT Angkasa Pura II dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan sejak awal Januari 2020, seiring dengan terbitnya Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan pada 3 Januari 2020.

"Sejak awal Januari 2020, PT Angkasa Pura II bersama dengan KKP di bandara melakukan koordinasi intensif agar maksimal dalam mencegah masuknya virus Corona. Kami sadar bahwa bandara adalah pintu masuk utama negara, sehingga pengawasan harus diperketat," ujar Muhammad Awaluddin.

Seluruh bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) siap mencegah penyebaran virus Corona ke Indonesia.

Berikut upaya PT Angkasa Pura II menangkal penyebaran virus Corona ke Indonesia:

  1. Mengaktifkan thermal scanner

PT Angkasa Pura II dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sudah mengoperasikan thermal scanner untuk memindai suhu tubuh penumpang pesawat. Jika ada penumpang pesawat bersuhu tubuh di atas 38 derajat celcius, maka monitor terdeteksi berwarna merah, kemudian dilakukan tindakan lebih lanjut.

  1. Melengkapi personil dengan Thermo Gun

Sama dengan thermal scanner, namun kelebihan thermo gun adalah bentuknya yang ringkas dan mudah dibawa-bawa oleh personil yang berkepentingan untuk pemeriksaan penumpang.

  1. Melakukan surveillance syndrome

Personil berkepentingan memantau dan meningkatkan pengawasan untuk menemukan ada atau tidaknya penumpang pesawat yang terjangkit virus Corona.

  1. Menyediakan lebih banyak hand sanitizer di terminal penumpang pesawat

PT Angkasa Pura II kini menyediakan lebih banyak lagi cairan pembersih tangan/hand sanitizer di terminal penumpang pesawat, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk mendukung peningkatan gaya hidup bersih kepada para penumpang.

  1. Membagikan masker secara berkala ke komunitas bandara

PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan sejumlah instansi secara berkala membagi-bagikan masker kepada penumpang pesawat dan komunitas lainnya guna mencegah penyebaran virus Corona.

  1. Melakukan simulasi penanganan penumpang pesawat yang terjangkit Corona.

Simulasi dilakukan bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, lengkap dengan berbagai peralatan standar untuk penanganan karantina dan sebagainya.

  1. Pembentukan Komite Nasional Fasilitasi Udara (FAL Udara)

Pembentukan Komite FAL sesuai dengan Annex 9 ICAO guna meningkatkan koordinasi di antara stakeholder penerbangan dalam mengambil langkah pencegahan penyebaran virus Corona.

  1. Diaktifkannya Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Coronavirus di Soekarno-Hatta

Posko diaktifkan di Soekarno-Hatta pada 31 Januari 2020, atau sehari setelah WHO menyatakan virus Corona sebagai Public Health Emergency. Posko dilengkapi berbagai peralatan medis, monitor CCTV yang memantau seluruh terminal penumpang dan sistem teknologi terkini guna mempercepat respons dalam menanggulangi atau mencegah penyebaran virus Corona. Posko ini juga menjadi Posko Koordinasi antar stakeholder bandara.

  1. Menetapkan prosedur penanganan pesawat yang mengangkut penumpang terjangkit virus Corona

Bandara Soekarno-Hatta juga telah memiliki rencana kontingensi apabila terdapat penumpang pesawat yang terjangkit virus Corona. Jika ada laporan dari pilot mengenai adanya penumpang yang terjangkit virus Corona, maka pesawat akan ditempatkan di area isolasi (apron) di sisi udara, setibanya di Soekarno-Hatta. Emergency Center Operation diaktifkan dan Mobile Command Post digunakan. Kemudian, ambulans dari rumah sakit akan diberi akses menuju area isolasi dipandu oleh Aviation Security dan personil Apron Movement Control (AMC).

  1. Menghentikan penerbangan Indonesia-China dan sebaliknya

Pemerintah dan PT Angkasa Pura II menunda sementara seluruh penerbangan rute Indonesia-China dan sebaliknya terhitung mulai 5 Februari 2020 Pukul 00.00.

  1. Memastikan penumpang pesawat yang tiba mengisi Health Alert Card (HAC)

Kartu tersebut sebagai tanda bahwa penumpang telah melalui proses screening di bandara, serta meningkatkan kewaspadaan jika penumpang tersebut mengalami keluhan kesehatan dan berobat di luar bandara. HAC juga diberikan kepada penumpang saat berada di dalam pesawat, kemudian diisi sebelum mendarat. Kartu tersebut disimpan selama 14 hari, bila ada sakit seperti batuk, pilek, sesak dalam waktu ini, maka orang tersebut harus datang ke pelayanan kesehatan terdekat.(*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT