Korban Penembakan di Thailand Bertambah Menjadi 26 Orang
TEMPO.CO | 09/02/2020 14:14
Seorang petugas yang terluka dievakuasi dari mal Terminal 21, saat terjadi penembakan massal di Nakhon Ratchasima, Thailand, Ahad dinihari, 9 Februari 2020. Dikabarkan sedikitnya 31 orang terluka dalam kejadian ini. REUTERS/Athit Perawongmetha
Seorang petugas yang terluka dievakuasi dari mal Terminal 21, saat terjadi penembakan massal di Nakhon Ratchasima, Thailand, Ahad dinihari, 9 Februari 2020. Dikabarkan sedikitnya 31 orang terluka dalam kejadian ini. REUTERS/Athit Perawongmetha

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha memperbarui jumlah korban penembakan di Thailand dari 20 orang menjadi 26 orang. Selain itu, jumlah korban cidera atau luka-luka juga bertambah.

"Peristiwa penembakan di pusat perbelanjaan menewaskan 26 orang dan melukai 52 orang," ujar Chan-ocha dalam keterangan persnya yang dikutip dari kantor berita Reuters, Ahad, 9 Februari 2020.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa penembakan di Terminal 21 Mall, Thailand didalangi oleh seorang personil militer bernama Jakrapanth Thomma (32). Thomma menembaki pengunjung mal pada hari Sabtu kemarin usai membunuh seorang atasan militer di kamp militer Suatham Phithak 2,5 jam sebelumnya. Mengutip Bangkok Post, di sana ia membunuh seorang atasan militer bernama Kolonel Anantharot Krasae yang diyakini memiliki masalah pribadi dengan Thomma.

Adapun Thomma tidak hanya menembaki pengunjung, tetapi juga menyandera beberapa di antaranya. Penyanderaan itu berlangsung selama 17 jam sebelum nyawa Thomma berakhir di tangan satuan militer Second Army Region yang ditugaskan untuk membereskan masalah di Terminal 21.

Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan terhadap aksi Thomma masih berlangsung. Namun, unggahan-unggahan di media sosial Thomma mengindikasikan bahwa penembakan di Thailand didasari masalah keuangan dengan atasan militer yang ia bunuh.

ISTMAN MP | REUTERS | BANGKOK POST


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT