Fatwa Haram Vape, Muhammadiyah Minta Rokok Elektrik Dilarang
TEMPO.CO | 24/01/2020 19:32
Deretan Vape pod yang berisi CBD atau ganja dipamerkan dalam acara Kongres Ganja Dunia dan Pameran Bisnis di Los Angeles, California, 26 September 2019. REUTERS/Mike Blake
Deretan Vape pod yang berisi CBD atau ganja dipamerkan dalam acara Kongres Ganja Dunia dan Pameran Bisnis di Los Angeles, California, 26 September 2019. REUTERS/Mike Blake

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram vape atau rokok elektronik. 

Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, mengatakan salah satu alasannya adalah faktor kesehatan.  

"Merokok elektronik hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional, karena kategori perbuatan mengkonsumsi perbuatan merusak atau membahayakan," kata Wawan dalam forum Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 24 Januari 2020.

 

Wawan mengatakan, seperti rokok konvensional, rokok elektrik juga mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga merekomendasikan kepada pemerintah pusat atau daerah untuk membuat kebijakan yang melarang total rokok elektrik dan tembakau.  Termasuk, kata dia, penjualan secara daring, distribusi, iklan, promosi, dan sponsorship. 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT